Semua Nomor Telepon Tidak Aktif Pemilik SB Harapan Baru tak Bisa Dihubungi

Saya punya nomor teleponnya. Saat awal saya hubungi tidak diangkat. Kemudian, saya hubungi lagi nomornya tidak aktif

Semua Nomor Telepon Tidak Aktif Pemilik SB Harapan Baru tak Bisa Dihubungi
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Sejumlah speedboad tampak ditambat di Dermaga Tengkayu I Kota Tarakan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Lebih sepekan sudah kecelakaan Speedboat (SB) Harapan Baru Express terjadi. Kecelakaan diawal bulan Ramadan ini mengakibatkan 5 orang penumpang tewas dan puluhan luka berat maupun ringan. Selama itu pula, pemilik SB Harapan Baru Expres tidak dapat dihubungi. Seolah-olah hilang ditelan bumi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Malinau, H Kamran Daik mengungkapkan, telah berusaha maksimal untuk menghubungi pemilik SB Harapan Baru Expres yang bernama H Hasan untuk menanyakan persoalan kecelakaan. Namun, hingga saat ini pemilik speedboat tidak dapat dihubungi.

"Saya punya nomor teleponnya. Saat awal saya hubungi telepon tidak diangkat. Kemudian, saya hubungi kembali nomornya sudah tidak aktif. Jadi, sampai sekarang saya belum ada kontak-kontakan dengan dia. Apakah itu melalui telepon, atau bertemu langsung tidak pernah sejak kecelakaan speedboat miliknya itu," ujarnya.

Biasanya Kamran mudah menghubungi Hasan melalui telepon selularnya. Namun hubungan melalui telepon selular itu untuk membicarakan masalah lain, bukan masalah kecelakaan speedboat ini. Bahkan Kamran terkadang mudah menemui owner SB Harapan Baru Express tersebut.

"Saya itu mau nelpon dia bukan hanya mau mengetahui kabar terbaru soal kelanjutan kecelakaan speedboat miliknya itu. Tapi, saya juga ingin membicarakan dengan dia soal pertemuan yang rencananya akan kita lakukan bersama seluruh pemilik speedboat di Kaltara yang memiliki rute sampai ke Malinau," paparnya.

Mengingat saat ini telah memasuki musim mudik Lebaran, seperti tahun-tahun sebelumnya Dishub Malinau akan mengundang seluruh pemilik speedboat dan juragan/nakhoda untuk menyambut musim mudik Lebaran tersebut. Pembahasan biasanya terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran.

"Rancana kami, dalam minggu pertama bulan Juni ini akan kita lakukan pertemuan dengan seluruh pemilik speedboat dan juragan. Ini memang rutin kita lakukan setiap tahun saat menyambut arus mudik Lebaran. Terlebih, ada kecelakaan awal Ramadan maka kita akan lebih fokus lagi membicarakan keselamatan pelayaran," tegasnya.

Ada 9 speedboat beroperasi di Malinau. Selain itu, ada 3 buah speedboat tambahan lagi, juga beroperasi di Malinau. Sehingga, total keseluruhan speedboat yang aktif di Malinau sebanyak 11 buah. Sebenarnya tidak terlalu sulit mengumpulkan pemilik speedboat dan juragan. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help