10 Jam Tim Lakukan Pencarian Nelayan Tenggelam, Hasilnya masih Nihil

Pencarian nelayan warga Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, yang tenggelam di perairan Teluk Pandan, Kutim terus dilakukan.

10 Jam Tim Lakukan Pencarian Nelayan Tenggelam, Hasilnya masih Nihil
ISTIMEWA
PENCARIAN NELAYAN - Tim Rescue Water BPBD Bontang melakukan pencarian hari Kedua terhadap Beddu di Perairan Teluk Pandan Kutim, Kamis (7/6). 

BONTANG, TRIBUN - Pencarian terhadap Abdul Rahma alias Beddu (36), nelayan warga Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, yang tenggelam di perairan Teluk Pandan, Kutim terus dilakukan.

Water Rescue, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang memperluas radius pencarian hingga 4 mil atau setara 6,4 kilometer. Pencarian difokuskan mengarah ke perairan Kutai Timur.

"Kami perluas hingga 4 mil, dari kemarin hanya satu kilometer kami perluas,"ujar Koordinator Water Rescue, BPBD Arisa kepada wartawan saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Kamis (7/6) sore.

Baca: Diduga Terserang Epilepsi saat Melaut, Nelayan Tenggelam

Baca: Pencarian Nelayan Tenggelam Terhalang Gelombang Tinggi

Arisa menjelaskan, pihaknya sejak pagi-pagi sudah turun ke lapangan untuk menyisir lokasi. Sebanyak 5 orang personil dibantu dua orang petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang. Tim mulai ke lokasi sekitar pukl 07.30 Wita.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bontang melakukan pencarian terhadap Beddu, ABK Kapal Bagang Putera Jaya yang tenggelam di Perairan Teluk Pandan, Kutim, Rabu (6/6) dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bontang melakukan pencarian terhadap Beddu, ABK Kapal Bagang Putera Jaya yang tenggelam di Perairan Teluk Pandan, Kutim, Rabu (6/6) dini hari. (ISTIMEWA)

Berbeda dengan pencarian hari pertama, Rabu (6/6) yang berlangsung singkat. Pencarian kedua berlangsung hingga 10 jam di lokasi dikarenakan cuaca mendukung. Arus permukaan laut cukup tenang, sehingga speed boat yang ditumpangi Tim BPBD dapat menyisir lokasi hingga petang hari. "Cuacanya bagus hari ini karena tak bergelombang besar," katanya.

Ia menuturkan, fokus pencarian mengarah ke perairan Kutim. Pasalnya pencarian harus menyesuaikan arus dan tiupan angin. Hingga petang pencarian. Tim belum juga mendapati adanya tanda-tanda keberadaan korban.

Menurut Arisa, lazimnya jika korban tenggelam, maka mayat akan mengapung di permukaan air, setelah 14-15 jam tenggelam di dasar laut. "Nihil belum ada tanda-tanda, pakaian atau pun barang yang ditinggalkan," katanya.

Disinggung masa pencarian korban. Arisa mengaku masih berkoordinasi dengan pimpinannya. Pihaknya belum menentukan sampai kapan masa pencarian korban. Selama pencarian, Tim Rescue juga dibantu oleh pihak keluarga. Sebanyak 3 unit kapal dari pihak keluarga turut mencari di lokasi. Badan Sar Nasional (Basarnas) Kutim pun terlihat saat proses pencarian pada hari ini. (don)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help