Rawan Dilaporkan, Penyaluran Santunan dari Paslon Disarankan Melalui Lembaga Resmi

Bawaslu, kata Galeh, memang tidak membentuk tim khusus yang akan mengawasi suasana open-open house masing-masing paslon.

Rawan Dilaporkan, Penyaluran Santunan dari Paslon Disarankan Melalui Lembaga Resmi
TRIBUNKALTIM.CO/BUDHI HARTONO
Galeh Akbar Tanjung 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim akan mengawasi secara ketat larangan pasangan calon (paslon) yang berlaga di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim menggelar open house saat Hari Raya Idul Fitri.

Yang dilarang, kata anggota Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung kepada Tribunkaltim.co, Rabu (13/6/2018), memanfaatkan mementum Hari Raya Keagamaan tersebut untuk berkampanye.

Apalagi melakukan hal-hal yang berbau politik uang (money politics). 

"Ya normal saja. Samakan saja seperti saat belum jadi paslon. Jangan sampai berkampanye, ada kata-kata mengajak," ujarnya.    

Terkait pemberian santunan, juga menurutnya tidak dilarang. Namun kembali lagi, pemberian santunan itu harus dilakukan sewajarnya tanpa ada unsur mengajak untuk memilih, atau embel-embel lainnya. 

"Jangan kemudian yang biasanya memberikan sedekah Rp 1 juta sekarang jadi Rp 5 juta, lalu disebar ke mana-mana, dibagikan oleh tim pemenangan, dibagikan ke posko-ke posko, mensosialisasikan bahwa dia paslon. Kalau begitu kan secara nggak langsung mengajak masyarakat (untuk memilih)," ujarnya.

Baca juga:

Inilah 'SOUPerman'; Figur Pemberi Sup Gratis bagi Penduduk Gaza

11 Orang Meninggal di Wilayah Kota Penyelenggara Piala Dunia, Aparat Rusia Lakukan Penyelidikan

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help