Piala Dunia 2018
2 Pemain Swiss Lakukan Selebrasi yang Sama Usai Bobol Gawang Serbia; Ada Makna Politis nan Serius
Mereka baru membalas di babak kedua dengan gol pamungkas lahir di menit ke-90, hingga lahirnya selebrasi kontroversial tersebut.
TRIBUNKALTIM.CO - Dua pemain Swiss, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri melakukan selebrasi gol ke gawang Serbia dalam laga kedua Grup E Piala Dunia 2018, Sabtu (23/6) dini hari WIB.
Ternyata, selebrasi ini menuai kontroversi.
Apa sebabnya?
Dilansir TribunStyle.com dari Marca, ternyata itu bermuatan politik.
Diketahui, Dua pemain itu sama-sama menyilangkan tangan dan kedua jempol mereka sehingga tampak seperti dua burung rajawali yang menjadi simbol di bendera nasional Albania.

Hal ini mulanya dari masih ada ketegangan yang mendera.
Lantaran Serbia tak kunjung mengakui kemerdekaan Kosovo yang penduduknya beretnis Albania, sejak memutuskan berpisah dan mendeklarasikannya pada 17 Februari 2008 lalu.
Xhaka dan Shaqiri bukan tanpa alasan melakukan selebrasi itu.
Xhaka merupakan anak dari keluarga Kosovo, di mana ayahnya pernah dipenjarakan Serbia pada 1980-an sebelum bermigrasi ke Swiss.
Sementara Shaqiri lahir di Kosovo dan pernah menyatakan siap membela timnas Kosovo bila diminta.
Tindakan mereka bisa menambah ketegangan yang terjadi di antara warga Serbia dan etnis Albania.
Dua gol Xhaka dan Shaqiri juga mengantarkan Swiss mengalahkan Serbia 1-2.
Kemenangan diraih secara dramatis, di mana Swiss sempat tertinggal 1-0 dan baru membalas di babak kedua dengan gol pamungkas lahir di menit ke-90, hingga lahirnya selebrasi kontroversial tersebut.
(TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul 2 Pemain Swiss Ini Selebrasi Gol Sama Saat Cetak Gol ke Gawang Serbia, Maknanya Berujung Kontroversi