Ribuan Pakaian Bekas Penuhi Terumbu Karang, Warga Berebut Memungutnya

Kapal klotok pengangkut pakaian bekas yang karam di Pulau Sangalaki menurut warga Pulau Maratua terjadi beberapa hari lalu.

Ribuan Pakaian Bekas Penuhi Terumbu Karang, Warga Berebut Memungutnya
HO
Kapal Pengangkut Pakaian Bekas Tenggelam di Perairan Sangalaki, Begini Dampaknya 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kapal klotok pengangkut pakaian bekas yang karam di Pulau Sangalaki, Berau menurut informasi warga Pulau Maratua terjadi sejak beberapa hari lalu. Menurut Rico, warga Maratua, kapal tersebut kandas karena menabrak terumbu karang.

Sejumlah warga yang tinggal di Pulau Derawan dan Maratua, sudah sejak beberapa hari lalu telah melakukan pembersihan dengan memunguti pakaian bekas yang tersebar di sekitar pantai Pulau Sangalaki.

Informasi tersebut dibenarkan Fahruddin, nelayan penangkap lobster di perairan Kepulauan Derawan. Dikemukakan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Para awak kapal sempat menyelamatkan diri. Namun dalam insiden itu meninggalkan ribuan pakaian bekas yang dibungkus dalam karung-karung berhamburan di perairan Sangalaki.

Baca: BREAKING NEWS - Tabrakan Speedboat di Perbatan RI-Tawau, 5 Penumpang Meninggal Dunia

Kejadian itu dimanfaatkan warga mengumpulkan pakaian bekas yang masih layak pakai. "Memang warga di sana tidak memberitahu, kalau diberitahu, makin banyak orang yang datang ke sana untuk mengambil pakaian bekas. Warga di sana berebutan mengambil pakaian bekas," ujarnya.

Meski begitu, hingga saat ini masih banyak pakaian bekas yang tersebar di terumbu karang. Sejumlah anggota komunitas menyelam, Jumat (29/6) kemarin menuju Pulau Sangalaki untuk melakukan pembersihan.

Yunda Zuliarsih, Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Berau mengatakan, masyarakat sekitar sudah lebih dulu memunguti pakaian-pakaian bekas tersebut.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo juga mengatakan, pemilik kapal hari Jumat ini juga mengutus dua orang membantu warga menyingkirkan pakaian bekas yang tersebar di lautan. "Kami lebih fokus menyelamatkan terumbu karang saja," ujarnya.

Baca: Kominfo Berau Prioritaskan Jaringan Internet di 38 Kampung

Diberitakan sebelumnya, kapal klotok atau kapal motor tradisional yang sedang mengangkut pakaian bekas atau bisa disebut rombengan, dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Sangalaki, Berau.

Pakaian-pakaian bekas tersebut dikhawatirkan merusak pemandangan dan menyebabkan kerusakan terumbu karang. Keberadaan pakaian dengan warna-warna mencolok tersebut juga dikhawatirkan membuat pari manta, yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan, enggan mendekat. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved