Warga Rebutan Pakaian Bekas dari Kapal yang Karam di Pulau Sangalaki

Menurut Rico, warga Kecamatan Maratua, kapal tersebut kandas karena menabrak terumbu karang.

Warga Rebutan Pakaian Bekas dari Kapal yang Karam di Pulau Sangalaki
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Warga yang memiliki alat transportasi air memunguti pakaian belas yang mencemari perairan Pulau Sangalaki. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kapal klotok pengangkut pakaian bekas yang karam di Pulau Sangalaki, menurut informasi warga Pulau Maratua, sudah tenggelam sejak beberapa hari lalu.

Menurut Rico, warga Kecamatan Maratua, kapal tersebut kandas karena menabrak terumbu karang.

Sejumlah warga yang tinggal di Pulau Derawan dan Maratua, menurut Rico, sudah sejak beberapa hari lalu telah melakukan pembersihan dengan memungut pakaian bekas yang tersebar di sekitar pantai Pulau Sangalaki.

Informasi ini juga dibernarkan oleh Fahruddin, yang berprofesi sebagai penangkap lobster di perairan Kepulauan Derawan.

Baca: BREAKING NEWS - Kapal Pengangkut Pakaian Bekas Tenggelam di Sekitar Sangalaki, Begini Dampaknya

Menurutnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, para awak kapal sempat menyelamatkan diri.

Namun meninggalkan ribuan pakaian bekas yang dibungkus dalam karung-karung.

Menurutya, kejadian ini dimanfaatkan oleh warga untuk mengumpulkan pakaian bekas yang masih layak pakai.

“Memang warga di sana tidak memberitahu, kalau diberitahu, makin banyak orang yang datang ke sana untuk mengambil pakaian bekas. Warga di sana berebutan mengambil pakaian bekas,” ujarnya.

Meski begitu, hingga saat ini masih banyak pakaian bekas yang tersebar di terumbu karang.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help