Gelar Ritual Langka, Warga Wehea Gandeng DSN Group

Ritual Nemlen bagi warga Wehea, merupakan ritual langka. Karena baru terlaksana setelah 15 tahun

Gelar Ritual Langka, Warga Wehea Gandeng DSN Group
Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Ritual Nemlen 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Ritual Nemlen bagi warga Wehea, merupakan ritual langka. Karena baru terlaksana setelah 15 tahun. Desa Ben Nehas Kecamatan Muara Wahau menggandeng stakeholder PT Dharma Setya Nusantara (DSN) Group.

Sebagai perusahaan yang dekat dengan masyarakat adat Dayak Wehea, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya suku Dayak Wehea, di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan memfasilitasi kegiatan ritual adat Nemlen, yang berlangsung di Muara Wahau yang diselenggarakan pada 30 Juni sampai 13 Juli 2018.

Baca: Ritual Nemlen, 3 Hari Hanya Boleh Makan Nasi Saja, Cara Warga Wehea Menuju Kedewasaan,

Nemlen merupakan rangkaian ritual adat pendewasaan anak laki-laki yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Wehea. Acara adat merupakan kejadian yang langka karena berlangsung setiap 6-10 tahun sekali.

Bagi masyarakat Wehea, ritual ini dianggap sakral karena hanya melibatkan laki-laki yang sudah memenuhi syarat secara adat.

Ritual Nemlen ini merupakan simbol kebanggaan bagi masyarakat Wehea, di mana laki-laki Wehea yang mengikuti ritual ini dianggap sudah dewasa secara adat Wehea dan telah tuntas dalam menjalankan adat istiadatnya.

Baca: Video Detik-detik Penyelamatan Korban KM Lestari Maju di Perairan Selayar

Corporate Social Responsibility (CSR) Area I Head DSN Group, Kokok Budianto mengatakan dukungan kegiatan pelestarian budaya Nemlen tersebut merupakan salah satu komitmen perusahaan dalam pengembangan budaya masyarakat lokal, sesuai dengan visinya untuk menjadi perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat.

“Kami memiliki komitmen untuk mendukung kegiatan budaya masyarakat lokal, apalagi Nemlen ini merupakan kegiatan ritual yang langka dan perlu dilestarikan. Salah satunya dengan melakukan dokumentasi kegiatan ini sehingga masyarakat luar mengetahui adanya aktivitas tersebut,” kata Kokok.

Menurut Kokok, selama ini DSN Group ikut memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan budaya dan upaya pelestarian lingkungan bekerja sama dengan masyarakat lokal.

Baca: OTT KPK di Aceh, Gubernur Irwandi Yusuf Sempat Pamit Mau Pergi Ngopi

Pada tahun lalu, misalnya, DSN Group memberikan dukungan terhadap kegiatan pesta panen tahunan (Erau Padi) Suku Dayak Wehea yang diselenggarakan secara bergiliran di desa-desa Suku Dayak Wehea di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Desa-desa tersebut antara lain Desa Nehas Liah Bing, Dea Beq, Diaq Lay dan Bea Nehas.

Selain itu, DSN Group juga memfasilitas kunjungan seni budaya bagi komunitas Suku Dayak Wehea, antara lain ke Lembaga Pendidikan Kejuruan Tari Natya Lakshita pimpinan Didik Nini Thowok di Kabupaten Bantul dan kunjungan budaya pada kegiatan Semarak Budaya Indonesia yang diselenggarakan di Solo.

“Kegiatan pelestarian budaya ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya penguatan kohesivitas sosial masyarakat sekitar wilayah operasi,” ujar Kokok.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help