Darurat Narkoba

HANI 2018, BNNK Samarinda Beber Ada 12 Ribu Orang Tewas Akibat Narkoba

HANI sejatinya diperingati setiap tahunnya pada 26 Juni, namun karena tahun ini bertepatan dengan hari rayi Idul Fitri.

HANI 2018, BNNK Samarinda Beber Ada 12 Ribu Orang Tewas Akibat Narkoba
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Kepala BNNK Samarinda, AKBP Siti Zaekhomsyah memberikan sambutan pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 di hotel Aston, Samarinda, Kamis (12/7/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda menggelar puncak rangkaian Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 di hotel Aston, Samarinda, Kamis (12/7/2018).

HANI sejatinya diperingati setiap tahunnya pada 26 Juni, namun karena tahun ini bertepatan dengan hara rayi Idul Fitri, maka puncak HANI dilaksanakan serentak pada 17 Juli.

Selain peringatan HANI, di kegiatan tersebut juga diselenggarakan donor darah dan pemeriksaan kesehatan.

Dalam sambutan Kepala BNN RI, yang dibacakan oleh Kepala BNNK Samarinda, AKBP Siti Zaekhomsyah menjelaskan, peringatan HANI memiliki makna keprihatinan terhadap penyelahgunaan dan peredaran narkoba.

Baca: Pengedar Sabu di Balikpapan Jadikan Warnet Tempat Transaksi

Dari data survei 2017, terdapat 1,77 persen masyarakat Indonesia yang terlibat maupun pengguna narkoba, dengan total sebanyak 3.376.115 orang terlibat narkoba, dan terdapat 12 ribu orang meninggal setiap tahunnya.

Lalu, dari tahun 2009-2016 terdapat 739 jenis narkoba di dunia, yang dilaporkan oleh sekitar 106 negara, dan terdapat sekitar 70 jenis yang telah masuk ke Indonesia.

"Narkoba ini merupakan kejahatan luar biasa, yang dapat digunakan sebagai alat dalan Proxy War untuk lumpuhkan suatu bangsa," ucap Kepala BNNK Samarinda, AKBP Siti Zaekhomsyah, Kamis (12/7/2018).

Bahkan, kasus narkotika dengan menggunakan internet sebagai alat penyebarluasannya meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan zaman.

Baca: Lebaran Sudah Lewat Tapi Tiket Surabaya-Balikpapan Masih Mahal, Tembus Rp 3 Juta!

"Internat jadi wadah interaksi dan transaksi narkoba semakin meningkat, dan narkoba telah merasuk ke semua elemen masyatakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, Kepolisian, TNI, hingga PNS, serta masyarakat umum lainnya," terangnya.

Sementara itu, BNNK Samarinda telah melakukan sejumlah upaya dalam pemberantasan narkoba, mulai dari tindakan preventif, represif dan rehabilitasi.

Tahun ini, dari Januari-Juni telah dilakukan 11 kali pengungkapan kasus narkotika, dengan 18 orang jadi tersangka, dengan barang bukti sebanyak 139 gram sabu dan ganja sebanyak 9,5 gram.

"Sejumlah program telah kita jalankan, mulai dari pembinaan masyarakat, hingga upaya penindakan, termasuk melakukan rehabilitasi, dan ini tidak dapat kami atau kepolisian saja, harus semua eleman turut serta dalam pemberantasan narkoba," tutupnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help