CPNS 2018

Pendaftaran CPNS 2018, Direktur RSUD Tarakan Kecewa Pembatasan Umur Dokter Spesialis 35 Tahun

Kepala RSUD Tarakan Hasbi Hasyim sangat pesimistis ada yang mendaftar pada formasi tersebut.

Pendaftaran CPNS 2018,  Direktur RSUD Tarakan Kecewa Pembatasan Umur Dokter Spesialis 35 Tahun
Tribun Kaltim/M Arfan
M Hasbi Hasyim, Direktur RSUD Tarakan 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan pesimistis formasi dokter spesialis bakal diserbu pendaftar. Bahkan Kepala RSUD Tarakan Hasbi Hasyim sangat pesimistis ada yang mendaftar pada formasi tersebut.

Penyebabnya, kisaran usia dokter yang telah mengambil spesialisasi sudah rata-rata di atas 35 tahun. Sementara batas usia yang dipatok Kemenpan RB untuk semua pendaftar terbatas hanya 35 tahun.

"Saya masih sangat pesimistis ada yang mendaftar dengan batas usia 35 tahun pada saat mendaftar. Seleksi awal sudah pasti gugur ketika dia mengakses laman itu. Yang dokter spesialis itu rata-rata usia 40 tahun," kata Hasbi kepada Tribunkaltim.co, Selasa (25/9/2018).

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Besok, Ini Petunjuk Lengkap Mendaftar di sscn.bkn.go.id

"Pengalaman tahun lalu kan tidak bisa masuk karena sudah lewat umur. Otomatis langsung gugur," katanya.

Sebagaimana diketahui, ada 39 formasi dokter spesialis dalam kuota CPNS Pemprov Kalimantan Utara tahun 2018. Seluruh formasi itu penempatannya di RSUD Tarakan, milik pemprov.

Menurut Hasbi, dokter spesialis yang umurnya di bawah 35 tahun sangat sedikit. Dan rata-rata mereka telah direkrut oleh rumah sakit swasta dengan upah dan fasilitas yang menjanjikan.

"Pertanyaan, maukah mereka ke daerah?" sebutnya.

Baca: Pemkot Solo Buka 461 Formasi CPNS 2018, Syarat Utama Pelamar Wajib Miliki IPK 3,00

Hasbi mengatakan, keluarnya formasi dokter spesialis seharusnya akses calon pelamar ikut dipermudah agar kebutuhan di daerah tetap bisa diupayakan terpenuhi.

"Saya pribadi kecewa dengan pembatasan umur. Apalagi sebagai Kepala Rumah Sakit. Karena saya punya kewajiban untuk memenuhi ketersediaan tenaga. Tetapi hanya karena regulasi yang tidak bisa diubah kok sampai mengorbankan masyarakat," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved