Hari Batik Nasional
Hari Batik Nasional, Tips Membeli Batik Tulis yang Asli
Tepat 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Saat ini batik menjadi kain tradisional yang digemari banyak orang.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tepat 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Saat ini batik menjadi kain tradisional yang digemari banyak orang.
Tak sedikit yang rela mengeluarkan kocek lebih untuk membeli batik tulis yang langka dan cantik.
Tapi, hati-hati. Jika tak pandai membedakan batik yang memang buatan tangan, kita justru bisa kena tipu.
Pendiri Galeri Buana Alit, Dwita Herman mengatakan beberapa pedagang kerap menggunakan teknik cetak pada kain yang berkualitas.
Sehingga akan sulit dibedakan apakah batik tersebut cetak atau tulis.
Ribuan Orang Diduga Masih Tertimbun, Berikut 4 Fakta Lenyapnya Perumahan di Petobo dan Balaroa
"Hati-hati kalau beli. Ada batik yang biasanya kita pakai untuk daster saja. Kadang beli batik print dengan harga mahal. Tapi kadang cuttingnya bagus (jadi tak batik print)," ujar Dwita di di Galeri Buana Alit, Jalan Moh. Kahfi 1, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan, saat ini batik-batik cetak sudah sangat bagus karena dilengkapi mesin cetak yang sudah canggih.
Namun, Dwita menjelaskan beberapa hal yang bisa membedakan antara batik tulis dan cetak.
Batik Day, Ini Daftar Promo Hari Batik Nasional 2018 dari Makan hingga Masuk Tempat Wisata
Pertama, batik tulis memiliki pinggiran dengan gerigi-gerigi.
Sedangkan batik cetak akan langsung terputus polanya, bahkan ada yang meleset.
Terkadang, batik cetak akan tetap kelihatan kain katunnya jika dibalik sebab pewarnaannya tidak tembus kain.
Sedangkan pewarnaan batik tulis akan tembus.
Dwita juga menyarankan agar para pecinta batik berhati-hati saat hendak membeli sablon malam.
Ada 2 Foto yang Diunggah untuk Daftar Akun SSCN dan Daftar Instansi CPNS, Perhatikan Bedanya
Sebab, mereka menggunakan plangkan 'malam' hanya untuk membentuk motif batik.
"Hati-hati misalnya dengan batik Pekalongan, dengan batik plangkan dan mereka bilang batik tulis," tuturnya.
Kemudian contoh lainnya adalah pada batik cat yang kadang masih terlihat kotak-kotak cetakan capnya jika kain dilebarkan.
"Cat kadang kalau dilebarkan kainnya seperti kotak-kotak yang berulang," kata Dwita. (Kompas.com/Nabilla Tashandra)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Tak Kena Tipu Saat Beli Batik Tulis"