Dilaporkan Hilang Kontak, KM Berlian Indah Alami Kerusakan Mesin; Gunakan Layar hingga ke Palu

KM Berlian Indah yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Manubar, Kecamatan Sandaran, akhirnya ditemukan, Jumat (5/10/2018).

Dilaporkan Hilang Kontak, KM Berlian Indah Alami Kerusakan Mesin; Gunakan Layar hingga ke Palu
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
ILUSTRASI - KLM Anugrah membawa sekitar 10 ton barang bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Donggala-Palu, serta relawan, Selasa (2/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - KM Berlian Indah yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Manubar, Kecamatan Sandaran, akhirnya ditemukan, Jumat (5/10/2018).

Kapal tersebut terlihat awak pelabuhan Kota Palu, sekitar 1 mil dari pelabuhan Wani dan sudah dilaporkan ke Syahbandar Kutim di Kecamatan Sangkulirang.

Kapal pembawa bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu itu ternyata mengalami kerusakan mesin di perairan Selat Makasar antara Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur dan Toli-toli.

Sehingga harus menggunakan layar untuk sampai di Palu.  Hal ini yang menyebabkan kapal tersebut tidak tiba pada waktunya.

“Baru saja kami dapat kabar dari Syahbandar di Kecamatan Sangkulirang, bahwa kapal pengangkut bantuan korban gempa dan tsunami Palu sudah tiba di Pelabuhan Wani, Palu. Kapal tersebut mengalami kerusakan mesin, sehingga menggunakan layar untuk sampai ke Palu,” kata Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan.

Awak kapal yang jumlahnya sekitar 11 orang, bersama nahkodanya, menurut Teddy, dalam kondisi selamat. Tidak ada kekurangan apapun.

Amanah warga Kecamatan Sangkulirang dan Sandaran yang dititipkan di kapal tersebut juga sudah disalurkan.

“Laporan dari Sangkulirang, semua awak kapal dalam keadaan sehat. Bantuan juga sudah diserahkan. Situasi aman terkendali,” ujar Teddy.

Seperti diketahui, kapal pengangkut bantuan yang berangkat dari dermaga Benua Baru, Kecamatan Sangkulirang, Senin (1/10/2018) lalu, dilaporkan hilang kontak di perairan Manubar, Kecamatan Sangkulirang.

Kapal yang dinahkodai Tafa, bertolak ke Palu dari Pelabuhan Sangkulirang, Senin (1/10/2018) sekitar pukul 11.00 siang. Kemudian disusul oleh kapal yang dinahkodai Mansur sekitar pukul 13.00 siang.

Namun, saat Mansur tiba di Pelabuhan Palu, Selasa (2/10/2018), ia tak melihat kapal Tafa. Kabar kedatangan Tafa juga tidak ada di Palu. 

Mansur mengatakan sempat melihat  kapal yang dinahkodai Tafa berlayar di pesisir Pantai Manubar. Ia pun langsung melapor ke aparat Polsek Sangkulirang agar dilakukan pencarian. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help