Berita Eksklusif

Proyek Jargas tak Kunjung Selesai, Pemkot Samarinda Sebut Kontraktor Wanprestasi

Pemkot Samarinda ikut menjelaskan terkait berlarutnya proses jaringan gas di Sambutan dan Sungai Kapih.

Proyek Jargas tak Kunjung Selesai, Pemkot Samarinda Sebut  Kontraktor Wanprestasi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Sejumlah pipa jaringan Gas (Jargas) terpasang, belum digunakan untuk rumah tangga, Selasa(22/5/2018) TribunKaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda ikut menjelaskan terkait berlarutnya proses jaringan gas di Sambutan dan Sungai Kapih. Sampai saat ini, jaringan gasnya belumlah teraliri tersebut.

Asisten II Pemkot Samarinda, Endang Liansyah yang Tribun konfirmasi mengarahkan untuk langsung menghubungi Maria Wati, Kabag Ekonomi Pemkot Samarinda.

Dari Maria Wati, Tribun kemudian dapatkan data hasil rapat terakhir Pemkot untuk jargas tersebut. Dijelaskan, dari usulan 5000 sambungan, yang disetujui untuk jargas sebanyak 4500 sambungan. Terungkap pula, bahwa telah terjadi wanprestasi akan proses pemasangan jargas tersebut.

Dari proses awal, PT Ilamaru Jaya yang meng-handle proses pemasangan jargas tersebut. Namun, dari laporan Pemkot, PT Ilamaru kemudian dinyatakan wanprestasi. Pada 2018 ini, kontraktor baru yang menggantikan adalah anak perusahaan dari Pertamina, PT PBAS (Patra Badak Arum Solusi) dengan cara penunjukkan langsung.

Baca: Pipa Jargas Dibiarkan tak Terurus, 4.500 Warga Samarinda Menunggu Gas Mengalir

Proses penggantian, termasuk detail wanprestasi apa yang terjadi ikut Tribun kejar. "Oh, itu. Kan yang lelang pusat. Kami tidak tahu. Yang pasti, yang baru ini (PT PBAS) hanya mengenalkan diri, dan menang lelang. Begitu saja. Jadi PT PBAS ini melanjutkan. Anggaran ini kan semuanya pusat. Tak ada adana dari Kota ataupun provinsi," ucapnya.

Kapan pengumuman penggantian kontraktor dari PT Ilamaru Jaya ke PT PBAS, menurut Maria Wati sudah berlangsung sejak 29 Agustus 2018. Sejak itu, mereka masuk dan kenalkan diri. Mereka sampaikan saat ini sedang mengerjakan. Tiap bulan, mereka akan beri laporan ke Pemkot. Sudah sampai mana pekerjaannya.

Baca: Mitos Jahiliyah, Betulkah Dilarang Umroh di Bulan Safar

Proses pengurusan pemasangan jargas, disebut Maria Wati, sepenuhnya di-handle pusat. Ia pun mengiyakan jika Pemkot Samarinda tak bisa cawe-cawe dalam hal pengawasan. "Kami hanya menerima laporan saja. Semua pusat yang langsung kontrol ke sini. Pemkot hanya terima hasil saja," katanya.

Detail wanprestasi seperti apa yang terjadi sehingga dipindahkannya kontraktor dari PT Ilamaru Jaya ke PT PBAS juga tidak diketahui oleh Sugeng Chairuddin, Sekkot Samarinda saat dikonfirmasi Minggu (7/10).

"Iya (wanprestasi). Kami tidak tahu, karena pemkot hanya menerima saja. Yang memutus itu pusat. Detail wanprestasinya saya tidak tahu. Tiba-tiba muncul pemberitahuan, untuk diganti pelaksananya. Sekarang kami fokus kepada pelaksana yang baru, karena jargas ini kan bagus untuk masyarakat," kata Sugeng.

Baca: Tanpa Ayah dan Ibu, Begini Potret Kehidupan Keanu Putra Almarhum Adjie Massaid dan Angelina Sondakh

Darimana asal gas yang nanti menyuplai gas rumah tangga ini, disebt Pemkot berasal dari sumur gas di Sambutan.

Dari penyampaian Pemkot, target gas mulai masuk adalah di Oktober 2018. Itu untuk satu sector dari target 5 sektor yang akan diisi jargas. "Kalau target keseluruhan, PT. PBAS. Janjikan selesai di Desember 2018," katanya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help