Terapung di Laut Selama 28 Jam, Nelayan Asal Tarakan Ditemukan, Begini Caranya Bertahan Hidup

Seorang nelayan bernama Sultan warga Kota Tarakan Provinsi Kaltara tepatnya di RT 16 Kelurahan Lingkas Ujung, yang sempat hilang

Terapung di Laut Selama 28 Jam, Nelayan Asal Tarakan Ditemukan, Begini Caranya Bertahan Hidup
HO/KM Maratua
Sultan seorang nelayan Tarakan selamat setelah sempat dinyatakan hilang, Senin (8/10/2018) 

Terapung di Laut Selama 28 Jam, Nelayan Asal Tarakan Akhirnya Ditemukan, Begini Caranya Bertahan Hidup

TRIBUNKALTIM.CO - .Seorang nelayan bernama Sultan warga Kota Tarakan Provinsi Kaltara tepatnya di  RT 16 Kelurahan Lingkas Ujung, yang sempat hilang saat melaut mencari ikan di perairan Tarakan,Senin (8/10/2018) akhirnya ditemukan, Selasa (9/10/2018) oleh kru kapal Landing Carf-Tank (LCT) Delta AA5.   

Sultan ditemukan disekitar 15 mil sebelah Timur Muara Makapan, Maratua di Kabupaten Berau Kaltim. Pria yang akrab dipanggil Sule ini mengapung di laut menggunakan jerigen. Melihat pria ini kapal LCT Delta AA5 yang melintas langsung menolong korban.

Setelah itu Sule langsung dibawa ke Tarakan. Namun saat melintas di perairan Berau, LCT Delta AA5  bertemu dengan KM Maratua, kapal navigasi Kelas III Tarakan yang baru saja berlayar dari Palu Sulewesi Tengah untuk memberikan bantuan kepada korban bencana gempa dan tsunami. Sule langsung dipindahkan ke kapal navigasi, karena kapal ini hendak menuju Kota Tarakan.   

Baca: Kisah Anggota Brimob yang Kapal Miliknya Tenggelam di Sungai Mahakam Akibat Tabrakan Tongkang

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Syaharuddin membenarkan kejadian ini. Menurut Syahruddin, ia mendapatkan informasi hilangnya Sultan dari Ketua nelayan Rustan.

“Jam 5 subuh tadi pagi, saya mendapatkan telepon dari Pak Rustan memberitahukan saya kalau nelayan bernama Sultan hilang dari kemarin saat melaut. Oleh karena itu saya informasikan tim rescue untuk melakukan pencarian. Saya juga mengontak kapal navigasi yang sedang berlayar menuju Kota Tarakan untuk memberitahukan kepada kru kapal sekitar atau nelayan apabila ada nelayan yang terapung untuk diselamatkan,” ungkapnya, Selasa (9/10/2018).

Syahruddin mengungkapkan, menurut informasi kemungkinan tenggelamya kapal, aibat adanya pukat yang menyangkut sehingga ada dorongan arus membuat Sultan terapung.

“Mudah-mudahan Sultan menggunakan life jaket, karena di daerah Lingkas ini sudah kita berikan life jaket kepada nelayan, sehingga Sultan terapung,” ujarnya.

Selamatnya Sultan dibenarkan oleh Mustafa, salah satu orang yang berada di dalam KM Maratua. Menurut Mustafa, saat dipindahkan ke kapal navigasi ini terlihat Sultan dalam keadaan lemah. Di dalam kapal selama perjalanan ke Kota Tarakan diberikan makanan dan minuman.

Baca: KRI Rencong 622 Terbakar dan Tenggelam di Perairan Sorong, 32 Awak Selamat

“Setelah makan dan minum, pak Sultan langsung tidur. Namun sebelum tidur, pak Sultan sempat cerita, kronologi kejadinnya. Waktu itu lagi jaring ikan, tapi jaringnya nyangkut. Lalu kapal miring dan tidak sempat matikan mesin akhirnya kapal terbalik dan tenggelam. Saat terjatuh di laut, pak Mustafa dapat jerigen dan langsung dinaikinya dan terapung-apung selama 28 jam, sampai akhirnya ditemukan kapal LCT  Delta AA5 dan dipindahkan ke kapal navigasi,” ujar Mustafa.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved