Peringati Sumpah Pemuda, Puluhan Mahasiswa HMI Orasi di Depan Kantor DPRD Bulungan

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjung Selor menggelar orasi di depan Kantor DPRD Bulungan, Jalan Ulin, Senin (29/10/2018).

Peringati Sumpah Pemuda, Puluhan Mahasiswa HMI Orasi di Depan Kantor DPRD Bulungan
Tribun Kaltim/M Arfan
Suasana orasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Bulungan dengan pengawalan polisi, Senin (29/10/2018). 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Memperingati Hari Sumpah Pemuda, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjung Selor menggelar orasi di depan Kantor DPRD Bulungan, Jalan Ulin, Senin (29/10/2018).

Kurang lebih 30an mahasiswa menggelar orasinya di depan gerbang masuk kantor DPRD. Puluhan personel polisi bersiaga mengawal jalannya orasi tersebut.

Nasrul, koordinator lapangan dalam orasinya menyampaikan tiga hal yang perlu diselesaikan oleh pemerintah, khususnya pemerintah daerah.

Baca: Ini Nama 31 Pegawai Kementerian Keuangan yang Jadi Korban Lion Air JT-610

Pertama, pendidikan di Kalimantan Utara dan khususnya di Bulungan harus melayani masyarakat secara merata. Mahasiswa menganggap sektor pendidikan masih perlu dipoles agar lebih baik.

"Pendidikan di Bulungan harus lebih baik lagi. Karena itu adalah fungsi mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian juga sektor pendidikan secara umum di Kalimantan Utara," katanya.

Kedua, soal infrastruktur. Di Kabupaten Bulungan kata Nasrul masih ada infrastruktur yang pembangunannya tidak direncanakan secara matang.

"Contohnya saja, Jalan Sengkawit tiap tiga bulan pasti ditambal sulam," katanya.

Baca: Basarnas Temukan Satu Jenazah di Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

Bukan hanya di Tanjung Selor, infrastruktur dasar masyarakat di Kabupaten Bulungan lanjutnya harus dipenuhi atau dibangun pemerintah.

Ketiga, soal investasi. Ia berharap investasi yang masuk di Bulungan dan Kalimantan Utara tidak mengorbankan hunian dan mata pencaharian masyarakat setempat.

"Umumnya lokasi investasi ada di desa-desa. Kita tidak ingin masyarakat. Kita tidak ingin pemerintah daerah membela investor dan mengabaikan hak-hak masyarakat desa. Rumahnya tergusur, mata pencahariannya bisa hilang," sebutnya.

Ketua DPRD Bulungan yang menemui mahasiswa memberi apresiasi atas kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa. DPRD Bulungan lanjutnya, akan terus mendesak Bupati Bulungan agar lebih konsen perhatiannya pada dunia pendidikan.

"Demikian juga, kami akan komunikasikan dengan pemprov," ujarnya.

Baca: Maknai Sumpah Pemuda, Wali Kota Balikpapan Siapkan Program Kota Layak Pemuda

Tanggapan soal infrastruktur, Syarwani mengaku akan memberi masukan sesuai kapasitas kewenangan pemerintah dan pemerintah daerah. Mengingat Jalan Sengkawit adalah jalan nasional, maka aspirasi mahasiswa akan disampaikan kepada Pemprov sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah.

"Soal investasi, kita perlu data akurat, kita perlu berdiskusi secara ilmiah. Kita harus juga memberi saran sesuai kajian ilmiah," katanya.

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved