Ini Aspirasi Masyarakat Bumi Etam yang Siap Diperjuangkan Zuhdi Yahya
"Kalau Kaltim tidak ada pengangkatan, akan mengalami kekurangan guru 30 persen. Kondisi ini yang harus kita antisipasi," kata Zuhdi.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota DPR RI Komisi X Dapil Kaltim, Zuhdi Yahya bersilaturahmi dengan awak media di Rumah Makan Bacem, Jl AW Syahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (7/11/2018).
Pada kesempatan itu Zuhdi mengungkapkan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Bumi Etam.
Khususnya aspirasi yang menyangkut bidang Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Perpustakaan, Seni Budaya, dan Ekonomi Kreatif.
Di bidang pendidikan, Zuhdi bakal memperjuangkan revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, terutama tentang pengangkatan tenaga honorer K2. Menurutnya saat ini ada ketimpangan antara jumlah pengangkatan guru dan pensiun.
"Kalau Kaltim tidak ada pengangkatan, akan mengalami kekurangan guru 30 persen. Kondisi ini yang harus kita antisipasi," kata Zuhdi.
Berdasarkan hasil reses di sejumlah sekolah di wilayah Kaltim, politisi PDIP ini menemukan jumlah guru honor justru setara dengan guru murni.
Baca juga:
Siap Hadapi Mayweather, Petarung Kickboxing Jepang Balas Ejekan Conor McGregor
Selipkan Surat Permohonan Maaf, Pria Ini Tinggalkan Motor Sport yang Dicuri di Area Parkir
Basarnas Perpanjang Masa Pencarian dan Evakuasi Korban Lion Air PK-LQP Selama 3 Hari
Lifter Kaltim Raih 2 Medali Emas di Kejuaraan Dunia
"DPR baru akan membantu merivisi UU ASN ini. Kalau dipaksakan, maka K2 yang berusia 35 tahun tidak bisa diangkat. Banyak guru yang belum diangkat, tapi usianya sudah lewat. Jadi harus revisi. Semoga bisa memecahkan kebuntuan permasalahan ini," ungkapnya.
Selain itu di bidang Pendidikan, menurut Zuhdi perlu ada pemisahan payung hukum antara guru dan dosen.
Meskipun sama-sama tenaga pendidik, dua profesi ini memiliki tugas berbeda.