Proyek Jembatan Pula Balang Terancam Stop, Saran Dewan: Perlu Kerja Ekstra

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Saefuddin Zuhri angkat bicara terkait pembangunan Jembatan Pulau Balang yang terancam distop

Proyek Jembatan Pula Balang Terancam Stop, Saran Dewan: Perlu Kerja Ekstra
tribunkaltim.co/BUDHI HARTONO
Saefuddin Zuhri, Bendahara DPW Partai Nasdem Provinsi Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Saefuddin Zuhri angkat bicara terkait pembangunan Jembatan Pulau Balang yang terancam distop, akibat belum adanya penetapan harga lahan yang akan dibebaskan.

Menurut Zuhri, kondisi ini bakal mempengaruhi target penyelesaian jembatan penghubung Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) yang diharapkan rampung pada November 2019.

"Dengan adanya ini ya jelas mempengaruhi banget target penyelesaian untuk tahun depan. Itukan kaitannya antarinstansi. Kalau menunggu dari BPN, gimana penetapan harga tanahnya ya lama lagi," ungkap Zuhri kepada Tribun via telepon, Kamis (6/12).

Baca: Fakta Terkini Puting Beliung di Bogor; Penuturan Saksi Mata hingga Tewaskan Pengendara Mobil

Menurut Zuhri, instansi terkait, Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan dan BPN perlu segera bekerja ekstra agar progres jembatan tidak tertunda.

"Bahkan Kementerian PUPR harus turun karena inikan juga APBN. Sikap Komisi III ya itu harusnya pihak terkait lekas bekerja ekstra supaya bisa selesai," ucap anggota Fraksi PPP-Nasdem ini.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kaltim, Syarifah Masitah meminta Pemkab PPU dan Pemkot Balikpapan bersinergi dan duduk bareng guna menuntaskan persoalan lahan.

"Kami berharap Pemkab PPU dan Pemkot Balikpapan harus bersinergi. Agar bisa terealisasi pembebasan lahan dengan cepat. Mengingat jembatan Pulau Balang ini bisa meningkatkan konektivitas jalur lintas Selatan Kalimantan," ucap politisi Partai Golkar Dapil PPU-Paser ini.

Menurut Masitah, bentang pendek jembatan 470 meter yang dibangun dari dana APBD Kaltim Rp 90,92 miliar progresnya sudah mencapai 60 persen. Meskipun nantinya jembatan ini rampung pada 2019, Ia memprediksi jembatan belum bisa optimal.

Baca: Proyek Jembatan Pulau Balang Terancam Di-Stop Warga, Ini Alasannya

"Jalan pendekat di sisi PPU ini sudah hampir rampung. Kemungkinan besar jembatan ini tidak bisa optimal berfungsi, karena dari sisi Balikpapan belum kelihatan ada progres. Padahal jembatan ini sangat penting. Dengan adanya jembatan ini jarak tempuh kita dari Balikpapan ke Penajam hanya menghemat waktu 4 jam," tuturnya. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved