Bawa Senjata Api Rakitan, Jumadi Digelandang ke Kantor Polisi

Hal inilah yang menimpa Jumadi saat bermalam minggu di kawasan Folder Sangatta, Jalan Ilham Maulana, Sabtu (12/1/2019).

Bawa Senjata Api Rakitan, Jumadi Digelandang ke Kantor Polisi
HO Polsek Sangatta
Jumadi dan senpi rakitan yang berhasil diamankan aparat Polsek Sangatta dalam razia UKL akhir pekan 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA -  Senjata api hanya boleh dimiliki kalangan tertentu dan pastinya mengantongi izin. Pun begitu dengan senjata api rakitan.

Tidak sembarang orang boleh menyimpan apalagi membawa dengan bebasnya saat berjalan-jalan.

Hal inilah yang menimpa Jumadi saat bermalam minggu di kawasan Folder Sangatta, Jalan Ilham Maulana, Sabtu (12/1/2019).

Warga Jalan Margo Santoso II RT 18 Desa Sangatta Utara, kepergok polisi membawa senpi rakitan lengkap dengan peluru tajam di dalam tas yang dikalungkan di punggungnya.

 “Jumadi, kami temui saat dilakukan razia unit kecil lengkap (UKL) di kawasan Jalan Ilham Maulana. Saat tasnya digeledah, kami temukan senpi laras panjang dengan kaliber 5,56 mm dilengkapi sembilan peluru, juga kaliber 5,56 mm,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kapolsek Sangatta, Iptu Slamet Riyadi SH, Minggu (13/1/2019).

Tak hanya itu, di dalam tas tersebut juga ditemukan satu pucuk senjata tajam jenis parang dan batang besi kuningan pembersih laras.

“Pada pihak kepolisian yang melakukan razia, Jumadi mengaku senpi rakitan di tasnya untuk berjaga-jaga saja dari binatang buas di sekitar kawasan tersebut. Karena ia berencana memancing di area folder,” ujar Slamet.

Meski demikian, kata Slamet, pihak kepolisian tetap harus memproses yang bersangkutan.

Pasalnya, sejak lama jajaran kepolisian maupun TNI mengimbau warga pemilik senjata rakitan agar menyerahkan pada aparat yang berwajib, karena ada larangannya.

“Untuk kepemilikan senpi rakitan ini, tersangka kami jerat menggunakan undang undang darurat nomor 12 rahun 1951 tentang kepemilikan senjata api laras panjang dan amunisinya,” kata Slamet.

Razia UKL, menurut Slamet rutin digelar di beberapa titik keramaian dengan menyasar pada penyakit masyarakat hingga peredaran produk ilegal, seperti narkoba, miras dan hal lain yang mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved