Wakil Bupati Berau Agus Tantomo Lantik Direktur PDAM Tirta Segah yang Baru, Ini Pesannya
Hari Senin, (14/1/2019), Wakil Bupati Berau Agus Tantomo melantik Syaiful Rahman sebagai Direktur PDAM Tirta Segah, menggantikan Adief Mulyadi.
Wakil Bupati Berau Agus Tantomo Lantik Direktur PDAM Tirta Segah yang Baru, Ini Pesannya
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Hari Senin, (14/1/2019), Wakil Bupati Berau Agus Tantomo melantik Syaiful Rahman sebagai Direktur PDAM Tirta Segah, menggantikan Adief Mulyadi di Balai Mufakat.
Sebelum dilantik, rumor beredar menyebutkan, terpilihnya Syaiful ini penuh dengan kontroversi.
Selain tidak memenuhi persyaratan, tidak sedikit yang menuding, terpilihnya Syaiful karena faktor kedekatan dengan kepala daerah.
"Tidak ada pilihan yang bisa diterima oleh semua pihak. Dan saya tahu, ada rumor-rumor yang berseliweran di media sosial dan warung kopi. Tapi seperti biasa, saya sebagai Wakil Bupati Berau, tidak menanggapi yang begitu. Pesan saya kepada direktur terpilih, semua keraguan yang disampaikan, jadikan sebagai motivasi. Bahwa semua itu keliru, berfikir positif saja," tegasnya.
Di Berau, Ada Pelanggan PDAM Tirta Segah yang Menunggak Sampai 55 Bulan!
Agus Tantomo tidak ingin berpolemik soal siapa yang menduduki jabatan itu.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat jauh lebih penting ketimbang rumor atau isu yang menyelimuti pemilihan dan pelantikan Syaiful Rahman sebagai direktur PDAM.
"Ketika saya dan (bupati) Pak Muharram berkampanye, isu yang paling sering kami angkat adalah masalah PDAM (air bersih). Dan ini yang mau kami selesaikan," kata Agus Tantomo.
Kenaikan Tarif PDAM Tirta Segah Kembali Dipersoalkan Mahasiswa
Menurutnya, pemerintah memiliki satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Secara sederhana, hanya ada dua caranya. Pertama, tingkatkan pendapatannya, kedua kurangi bebannya. Ini tugas direktur PDAM yang baru. Kurangi beban masyarakat.
Caranya dengan meniadakan tarif yang kemahalan, karena kalau bisa malah gratis," paparnya.
Gratis yang dimaksud oleh Agus Tantomo adalah biaya pemasangan yang ditanggung oleh pemerintah dalam bentul subsidi yang diprioritaskan bagi warga kurang mampu.
Gratis karena biaya pemasangan masuk dalam proyek yang dibebankan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
PDAM Tirta Segah Targetkan 1.000 Sambungan Baru
"Sekarang ada dana hibah, kita yang tanggung biaya pemasangan, Rp 2 juta per Sambungan Rumah (SR) kita tanggung lewat APBD baru kita klaim ke APBN," jelasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Berau mendapat dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penyediaan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 2.500 Sambungan Rumah (SR) baru.