Kesehatan

Ancaman DBD di Berbagai Wilayah Indonesia, Perhatikan Siklus Perkembangbiakan dan Penularannya

Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD) menjadi ancaman di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini.

Ancaman DBD di Berbagai Wilayah Indonesia, Perhatikan Siklus Perkembangbiakan dan Penularannya
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
JAGA KEBERSIHAN - Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan untuk menakan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Ancaman DBD di Berbagai Wilayah Indonesia, Perhatikan Siklus Perkembangbiakan dan Penularannya

TRIBUNKALTIM.CO -- Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD) menjadi ancaman di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini.

Hujan dengan intensitas tinggi turut menambah risiko penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.

Faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain kepadatan populasi nyamuk penular, karena nyamuk biasanya berkembang biak pada musim hujan.

Lalu, bagaimana perkembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti?

Nyamuk jenis ini berkembang di air yang bersih.

Usahakan lingkungan tempat tinggal terbebas dari segala sesuatu yang dapat menimbulkan adanya genangan air.

Direktur Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, satu nyamuk Aedes aegypti betina dewasa dapat bertelur ratusan jentik di permukaan basah atau air tergenang.

"Satu nyamuk menelurkan 100-300 jentik," kata Nadia kepada Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Selama hidupnya, nyamuk ini memiliki hingga lima fase bertelur.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved