Gubernur Kaltara : Listrik MEK Bisa Disuplai ke KIPI Selama Transisi Pembangunan PLTA Besahan

Gubernur Irianto Lambrie menjelaskan, investasi tersebut akan memberik banyak dampak positif bagi Kalimantan Utara.

Gubernur Kaltara : Listrik MEK Bisa Disuplai ke KIPI Selama Transisi Pembangunan PLTA Besahan
Tribunkaltim.co/ M.Arfan
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (tengah) bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) dan Direktur Teknis, Lingkungan Mineba Kementerian ESDM Sri Raharjo saat di bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Bulungan-Kalimantan Utara, Jumat (15/2/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menyambut positif rencana PT Megah Energi Khatulistiwa (MEK) mendirikan coal upgrading plant dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Desa Apung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Gubernur Irianto Lambrie menjelaskan, investasi tersebut akan memberik banyak dampak positif bagi Kalimantan Utara.

Serapan tenaga kerja dalam daerah akan meningkat. Secara makro, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara, di Bulungan khususnya bakal terus meningkat sejalan makin tumbuhnya investasi.

“Kita menyambut baik rencana MEK. Dan sebetulnya sudah banyak yang kita fasilitasi. Apa yang menjadi kewenangan kita, kita beri, seperti perizinan,” kata Irianto di lokasi site visit PT MEK saat mendampingi kunjungan kerja Menteri ESDM Ignasius Jonan, Jumat (15/2/2019).

Ibukota Mahulu Hanya Miliki ATM dari 2 Bank Ini , Cek Lokasinya

Jisoo dan Rose BLACKPINK Bagi-bagi Tips Mengambil Foto yang Menarik, Gunakan Kaset hingga Payung

2 Pekan Terombang Ambing di Laut, Warga Filipina Ini Diselamatkan Nelayan Berau

Upaya hilirisasi batu bara yang dilakukan MEK bakal menghasilkan listrik yang ditaksir bisa mencapai 30 Mega Watt. Berdasarkan hasil pembicaraan antara MEK dengan jajaran Menteri ESDM, sebutnya, MEK siap melepas separuh produksi listriknya untuk dijual kepada PT PLN (Persero).

“Satu grupnya yaitu PT Sumber Alam Sekurau (SAS) sejauh ini sudah menyuplai listrik untuk Bulungan. Kita harap ke depan PLN Persero mengambil peluang potensi listrik yang dihasilkan PT MEK. Dibeli tentunya dengan harga yang disepakati,” ujarnya.

Apalagi sebutnya, rasio elektrifikasi di Kalimantan Utara baru berkisar 86,83 persen. Dibandingkan dengan diesel, biaya listrik dari PLTGU lebih ekonomis sehingga cocok untuk dikerjasamakan dengan PT MKE dalam bentuk jual beli.

“Pak Menteri ESDM juga sangat mendukung. Bahkan beliau meminta untuk segera mengusulkan dan akan dimasukkan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Nasional 2020,” sebutnya.

Listrik yang dihasilkan MEK juga dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menyuplai listrik dalam membangun Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan.

Usaha itu akan mengisi masa transisi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besahan di Sungai Kayan yang progregresnya belum masuk tahap konstruksi.

“Kalau bisa listrik dari excess power PT MEK diintegrasikan dengan KIPI Tanah Kuning, selama masa transisi pengerjaan PLTA di Sungai Kayan,” sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved