Polisi Datangkan Saksi Ahli Bahasa Sunda Kasus Video 'Jika Jokowi Terpilih, Tidak Lagi Ada Azan'

Polisi sudah memeriksa saksi ahli dalam kasus video "jika Jokowi terpilih, tidak lagi ada azan". Hingga saat ini, sudah ada 15 saksi yang diperiksa.

Polisi Datangkan Saksi Ahli Bahasa Sunda Kasus Video 'Jika Jokowi Terpilih, Tidak Lagi Ada Azan'
KOMPAS.com/FARIDA FARHAN
Polisi Datangkan Saksi Ahli Bahasa Sunda Kasus Video 'Jika Jokowi Terpilih, Tidak Lagi Ada Azan' 

TRIBUNKALTIM.CO, KARAWANG - Polisi sudah memeriksa saksi ahli dalam kasus video "jika Jokowi terpilih, tidak lagi ada azan".

Hingga saat ini, sudah ada 15 saksi yang diperiksa.

"Ada 15 saksi yang diperiksa, di antaranya saksi ahli," kata Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (2/3/2019).

Hanya saja, Nuredy tidak menjelaskan dari mana saja ahli tersebut.

Dalam kasus ini, polisi mendatangkan saksi ahli bahasa Sunda untuk menerjemahkan pernyataan tiga wanita dalam video yang menggunakan bahasa Sunda itu.

"Karena yang bersangkutan menggunakan bahasa Sunda, maka kami hadirkan ahli bahasa Sunda untuk menerjemahkan," katanya.

Polisi juga menghadirkan ahli pidana dan ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), lantaran para tersangka dijerat dengan Undang-undang ITE, serta saksi ahli lain.

BPN Prabowo-Sandi Akan Berikan Bantuan Hukum Bagi Emak-emak Tersangka Video Soal Azan

CEK FAKTA- Video Viral Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan, Tanggapan Polisi hingga Ketua RW

8 Tahun Bungkam, Akhirnya Norman Kamaru Blak-blakan Ungkap Alasannya Keluar dari Kepolisian

Hobi Makan KitKat, Prabowo Ungkap Kenangan Camilan Favoritnya saat Masih Kecil dan Jadi Tentara

Sebelumnya, video ibu-ibu yang menyebut jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada azan lagi, viral di media sosial.

Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram indozone.id.

Dalam video tersebut tampak dua perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved