Perhitungan Suara Rentan Berubah, Ini Antisipasi Bawaslu PPU

Selain itu lanjutnya, juga tak ingin ada pemilih yang melakukan pencoblosan sampai dua kali seperti Pilkada lalu.

Perhitungan Suara Rentan Berubah, Ini Antisipasi Bawaslu PPU
Tribunkaltim.co/ Samir Paturusi
Anggota PTPS mengikuti bintek di Sipakario Nipah-nipah 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Penajam Paser Utara (PPU), mengingatkan kepada seluruh Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), untuk mengawasi perhitungan suara di masing-masing TPS.

Hal ini agar tak terjadi perubahan hasil perhitungan suara mulai di TPS, PPS sampai PPK dan KPUD.

Ketua Bawaslu PPU, Edwin Irawan saat membuka bintek PTPS di Gedung Sipakario, Kamis (11/4/2019) mengatakan, agar pengawasan di TPS bisa lebih diperketat untuk menghindari kecurangan termasuk perubahan perhitungan suara.

Prakiraan Cuaca Samarinda Kamis (11/4/2019), Terjadi Hujan Lokal di Siang dan Malam Hari

Pencuri Motor Spesialis di Masjid Tertangkap, Satu Pelaku Ditembak

Dua Pejabat Eselon II di PPU tak Ikuti Assesment, Ini Alasannya

Bahkan lanjutnya, pengawas tak boleh hanya duduk mengawasi namun harus lebih teliti setiap pelaksanaan di TPS.

"Jangan sampai saat dilakukan rekapitulasi suara di TPS, PPS sampai PPK dam KPUD malah suara salah satu caleg hilang dan pindah ke caleg lain. Jangan sampai ini terjadi, " tegasnya.

Ia mengatakan bahwa caleg yang mengikuti pemilu ini telah berjuang sejak tahun lalu.

Bukan hanya mereka keliling melakukan sosialisasi namun juga telah korban secara materi termasuk menjual harta benda mereka.

Selain itu lanjutnya, juga tak ingin ada pemilih yang melakukan pencoblosan sampai dua kali seperti Pilkada lalu.

"Pilkada lalu ada satu pemilih coblos di Gunung Steleng dan Nipah-nipah. Saya tidak tahu ini terjadi sehingga pengawas harus antisipasi, " katanya.

Dua Pejabat Eselon II di PPU tak Ikuti Assesment, Ini Alasannya

Disambangi Pengedit Video Hoaks Tentang Dirinya, Gus Mus Beri Uang Saku Kepada Pelaku

Terekam CCTV, Cek Fakta Penculikan Balita 3 Tahun di Bekasi, Pelaku Sempat Belikan Makanan

Untuk mengantipasi itu kata Edwin, maka setiap pemilih yang masuk TPS harus diawasi terutama dan meminta petugas KPPS agar pemilih menunjukkan jari mereka.

Karena bila mereka sudah mencoblos maka jarinya ada tinta.

"Makanya ini juga harus diawasi dan pemilih harus menyelupkan jarinya jangan hanya dikuku, karena kalau dipotong tinda juga akan hilang," ujarnya.

Erwin menjelaskan bahwa bintek PTPS ini bukan hanya di Kecamatan Penajam namun juga Babulu, Waru dan Sepaku. Sebanyak 515 PTPS telah direkrut dan akan melakukan pengawasan di TPS. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved