Pemilu 2019
KPU Kaltim dan Pemprov Bersyukur Suasana Kondusif Hingga Hari Terakhir Masa Kampanye
Melalui kegiatan ini, pihaknya sekaligus bersyukur selama masa kampanye, kondisi keamanan Kaltim tetap kondusif.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - KPU Kaltim menggelar doa bersama jelang pelaksanaan Pemilu serentak, di Aula KPU Kaltim, Jl Basuki Rahmat Samarinda Kalimantan Timur, Sabtu (13/4/2019).
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kaltim, Isran Noor, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat, serta Pembina Forum Pembaruan Kebangsaan Kaltim Jos Soetomo.
Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah mengatakan doa bersama sengaja digelar dalam rangka menyambut masa tenang Pemilu 2019 yang jatuh pada tanggal 14 April.
Melalui kegiatan ini, pihaknya sekaligus bersyukur selama masa kampanye, kondisi keamanan Kaltim tetap kondusif.
"Ini sekaligus dalam rangka menutup masa kampanye, malam terakhir masa kampanye. Hingga kini tidak ada sesuatu yang mengganggu kondusivitas Kaltim. Tentunya disyukuri sehingga kondusivitas semakin meningkat di hari pemungutan, penghitungan, hingga masa-masa rekapitulasi," ungkap Rudiansyah.
Pihaknya juga berharap kelancaran persiapan Pemilu hingga hari H sampai proses rekapitulasi.
Pasalnya, dalam tahap persiapan Pemilu, KPU Kaltim masih tergantung dengan pihak lain, terutama untuk urusan logistik.
"Ada beberapa hal yang kita tergantung dengan orang lain, yaitu bahan. Bahan itu datang ke Kaltim baru kita bisa upaya. Kita berharap dan berdoa juga malam ini semoga semua bisa terantisipasi sehingga H-1 semua bahan sudah ada di TPS," katanya.
Doa bersama berlangsung dengan khusyuk dibalut sengan suasana kekeluargaan dan sederhana.
Para peserta doa bersama duduk bersila. Acara kemudian dilanjutkan dengan santap malam bersama, kemudian nonton bareng debat Capres.
Pada kesempatan itu, Rudiansyah tak lupa mengingatkan para peserta dan penyelenggara Pemiku agar tidak berusaha merusak kondusivitas pemilu dengan tindakan curang.
"Kita ingin mengingatkan para peserta dan penyelenggara melaksanakan perannya sesuai aturan perundang-undangan. Jangan sampai ada yang mencoba untuk memanipulasi suara rakyat," ucapnya.
Para pemilih juga diharapkan memanfaatkan hak pilih pada 17 April mendatang.
"Penggunaan hak pilih penting bagi masyarakat Kaltim. Negara sudah mengeluarkan dana, penyelenggara sudah menyiapkan, termasuk negara sudah meliburkan hari itu. Jangan sampai pemilih menyiakan hari itu," ujar Rudiansyah.