Penghitungan Manual Lebih Akurat dan Resmi, Mahfud Minta Masyarakat tak Terkecoh Hasil Quick Count

"Resminya nanti, naik turunnya sedikit masih di dalam margin itu kira-kira sebulan semua harus dibuktikan secara manul"

Penghitungan Manual Lebih Akurat dan Resmi, Mahfud Minta Masyarakat tak Terkecoh Hasil Quick Count
(KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA)
Mahfud MD saat akan memasukan surat suara ke kotak suara di TPS di Yogyakarta, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  YOGYAKARTA - Jangan terkecoh dengan hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan berbagai lembaga survei. Hasil penghitungan resmi dan diyakini lebih akurat akan dilakukan secara manual. Demikian pesan Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia meminta masyarakat jangan terkecoh dengan hasil penghitungan cepat atau quick count. Meskipun, biasanya akurasi quick count di atas 99 persen.

Penghitungan akan dilakukan secara manual. Tidak dengan sistem komputerisasi. "Tidak benar misalnya ada kesalahan di program komputer, ada kecurangan di program, ga ada. Di sinipun manual secara bertingkat manual, tidak diputuskan melalui komputeriasi," tegasnya.

Dengan manual, jika ada kecurangan akan bisa dimonitor dan bisa dibuktikan. "Ada saksi dan semuanya tandatangan basah, jadi kalau ada kecurangan itu bisa dimonitor, bisa dibuktikan dan nanti akan ada pengadilanya," pungkasnya.

 "Mudah-mudahan nanti kita pukul 17.00 WIB sudah tahu hasilnya meskipun tentu hasil resminya akan diumumkan sebulan kemudian setelah lewat manual," ujar Mahfud MD usai menggunakan hak pilihnya di Yogyakarta, Rabu (17/04/2019)

Mahfud MD menyampaikan masyarakat jangan terkecoh, yang diumumkan sore nanti adalah hasil penghitungan masyarakat. Penghitungan cepat ini belumlah hasil resmi walau biasanya akurasi penghitungan cepat di atas 99 persen.

"Resminya nanti, naik turunnya sedikit masih di dalam margin itu kira-kira sebulan semua harus dibuktikan secara manul," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud MD Minta Masyarakat Tidak Terkecoh Hasil Quick Count"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved