Pilpres 2019

Rizal Mallarangeng Anggap Arief Poyuono tak Ngerti Quick Count, 'Aduh, Statistik Saya A, Mas'

Politikus Partai Golkar Rizal Mallarangeng terlibat debat panas dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Rizal Mallarangeng Anggap Arief Poyuono tak Ngerti Quick Count, 'Aduh, Statistik Saya A, Mas'
YouTube Najwa Shihab
Politikus Partai Golkar Rizal Mallarangeng terlibat debat panas dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono terkait hasil Quick Count Pilpres 2019 di acara Mata Najwa. 

TRIBUNKALTIM.CO - Politikus Partai Golkar Rizal Mallarangeng terlibat debat panas dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Debat panas Rizal Mallarangeng dan Arief Poyuono itu terjadi saat membahas hasil Quick Count Pilpres 2019 di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (17/4/2019) malam.

Saling sindir hingga olok-olok pun terjadi antara Rizal Mallarangeng dan Arief Poyuono.

Perdebatan bermula ketika Arief Poyuono bicara soal hasil Quick Count Pilpres 2019 yang dirilis sejumlah lembaga survei.

Diketahui hasil Quick Count Pilpres 2019 dari beberapa lembaga survei memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf.

Namun, Arief Poyuono menganggap hasil itu bentuk kecurangan dan ketidakjujuran lembaga survei.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sujud syukur mengklaim telah menang hasil real count 62 persen di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam.
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sujud syukur mengklaim telah menang hasil real count 62 persen di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam. (KOMPAS.com)

Secara terang-terangan Arief Poyuono bahkan menuding lembaga-lembaga survei itu telah dibayar pihak Istana. 

"Kalau sebuah lembaga survei sebelum pilpres dikumpulin di istana, whats going on? Ini (quick count) memframing kecurangan untuk menentukan hasil real count. Karena hasil real count kami berbeda. Artinya gak perlu dong kami megakui (quick count lembaga survei). Yang menang kan Pak Prabowo," kata Arief.

Pernyataan tersebut langsung memancing narasumber lain yang hadir di Mata Najwa bersuara.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, bahkan menantang Arief Poyuono. 

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved