Cek Kesiapan PPDB, Bupati Muharram Minta Dinas Pendidikan Berau Lakukan Pembenahan

Menyambut tahun ajaran baru, Bupati H Muharram mengecek kesiapan Dinas Pendidikan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tingkat SD dan SMP.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Bupati Berau saat mengecek kesiapan Dinas Pendidikan dalam mempersiapkan PPDB 2020, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Menyambut tahun ajaran baru, Bupati H Muharram mengecek kesiapan Dinas Pendidikan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur

Muharram mengatakan hal itu harus dibenahi untuk memastikan kesiapan sekolah maupun Dinas untuk menyiapkan pola penerimaan PPDB yang dikombinasikan antara sistem online dan offline.

"Saya ingin memastikan bagaimana persiapan Dinas Pendidikan, Sekolah dan orang tua. Dan harus ada solusi jangan sampai ada masalah, misalnya sistem online, ada tidak bisa online sehingga muncul kegaduhan," jelasnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (18/6/2020).

"Jadi saya berharap ada koordinasi yang baik. Bagi orang tua yang tidak bisa daftarkan anaknya lewat online karena fasilitas tidak ada, maka boleh kesekolah mendaftar langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan covid-19," tuturnya.

Baca Juga: Hasil Rapid Test Hafiz Quran dan Takmir Masjid Al-Ansor di Tenggarong Kukar, Ada 69 Orang

Baca Juga: PHRI Tarakan Pikirkan Nasib Hotel yang tak Ada Kerjasama Karantina Kasus covid-19, Begini Solusinya

Dalam kunjungan bupati di kantor Dinas Pendidikan Jl Murjani, Kecamatan Tanjung Redeb, Ia juga mengecek penerapan instruksi pusat di Berau dengan munuju new normal.

"Rupanya informasi status kita masih zona merah sampai 2 bulan kedepan, sehingga belajar mengajar masih dilakukan sistem online," kata Muharram.

Untuk wilayah yang masih blank spot, Muharram meminta Dinas Pendidikan membuat surat edaran secara detail ke masing-masing sekolah agar pelaksanaan belajar mengajar tidak terganggu.

"Hari ini hingga dua bulan kedepan masih menggunakan sistem online. Lalu bagaimna dengan daerah-daerah yang tidak punya jaringan? Jadi perlu ada instruksi dan saya perintahkan agar supaya mebuat surat secara detail kepada seluruh sekolah,

"Agar proses belajar mengajar jangan berhenti kemudian jika tidak bisa mengunakan sistem online bagaimana caranya agar guru dan orang tua tetap bisa jalan proses belajar mengajar," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut orang nomor satu di Berau itu mengecek sejumlah ruangan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, covid-19.

Baca Juga: Inilah Pesan Adik untuk Ruben Onsu Sang Kakak yang Kini Hadapi Problematika Ayam Geprek Bensu

Baca Juga: Ridwan Kamil Jadi Favorit di Dunia Maya, PKB Menilai Para Gubernur Itu Rajin Kerja dan Bangun Citra

Ia juga meminta masing-masing pengawas sekolah memanfaatkan teknologi dalam melakukan pengawasan sehingga covid-19 tidak menggangu aktivitas pengawasan.

Kepala dinas pendidikan Berau Murjani menyebutkan saat ini hanya 23 tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 20 SMP yang menerapkan PPDB secara online.

"Selebihnya dilakukan dengan cara offline, namun tetap memperhatikan protokol Kesehatan, jadi nanti akan kita atur itu," imbuhnya.

( TribunKaltim.co )

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved