Kuliner
Mencicipi Bubur Manado ala Bontang
Rasanya juga juara, tidak terlalu berlemak atau amis. Karena sebelum dicampurkan ke mi, sudah dibumbui dan dikukus terlebih dulu.
Beberapa warung atau rumah makan pun sengaja membidik pasar pendatang asal daerah tertentu.
Seperti warung tante Ane, yang sengaja menyajikan dua menu favorit asal tanah Sulawesi Utara, Manado. Meski buka mulai pukul 9.00 hingga 12.00 siang saja, hampir setiap hari, warung kecil yang terletak di depan rumah di kawasan HOP II itu selalu dipadati pengunjung.
Mereka umumnya mencari sarapan bubur manado atau mi cakalang. "Sudah terkenal sejak lama. Disini, bubur dan sayurnya dimasak saat akan disajikan. Jadi sayurnya masih terasa segar saat dimakan," ungkap Lies, salah satu pelanggan bubur manado buatan tante Ane, ini.
Bubur manado disajikan dengan ikan asin dan sambal terasi atau sambal ikan rowa yang pedasnya cukup nendang, kalau kata para penikmatnya. Untuk mi cakalang, tante Ane, sengaja membuat campuran ikan dari ikan tongkol yang dikreasinya sendiri.
Rasanya juga juara, tidak terlalu berlemak atau amis. Karena sebelum dicampurkan ke mi, sudah dibumbui dan dikukus terlebih dulu.
Untuk minumnya, selain menyediakan teh atau jeruk hangat maupun es, Tante Ane juga menyediakan es kacang merah dan es lilin rasa buah.