Kamis, 9 April 2026

Benarkah Hadiah Indonesian Idol Rp 350 Juta Uang Apkasi?

Tidak ada penyataan bahwa dana tersebut berasal dari para anggota Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)..

SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Pernyataan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dalam acara pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Kutim, Senin (25/6/2012), bahwa dana Rp 350 juta yang disumbangkan kepada top five Indonesian Idol 2012 berasal dari para bupati yang bergabung di Apkasi, relatif berbeda dengan rekaman peristiwa di panggung Indonesian Idol, Sabtu (23/6/2012) malam.

Berdasarkan analisa klip di situs youtube yang berjudul "Isran Noor Jadi Seleb" yang berdurasi 3 menit 42 detik, tidak ada penyataan bahwa dana tersebut berasal dari para anggota Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)..

Host Indonesian Idol, Daniel Mananta, mengatakan bahwa para finalis Indonesian Idol mendapatkan kejutan yang akan diberikan oleh Bapak Isran Noor. "Para kontestan yang masuk dalam top 5, mendapatkan tabungan dengan total Rp 350 juta dari Bapak Isran Noor," kata Daniel di klip tersebut.

Setelah itu tampak Isran menyerahkan hadiah secara simbolis kepada dua grand finalis, Regina dan Sean. Daniel lantas bertanya pada Isran, mengapa ia menggemari Indonesian Idol.

"Saya merasa anak-anak muda sekarang memiliki suatu bakat dan prestasi yang luar biasa. Hanya itu yang dapat saya berikan, yaitu penghargaan dan memberikan motivasi. Dan di Indonesian Idol, ini yang terbaik untuk selama ini. Mudah-mudahan ada gunanya," jawab Isran.

Saat Tribun mengkonfirmasi tentang hal tersebut, Isran menolak menjelaskan lebih jauh tentang pemberian dana di Indonesian Idol. "Itu bukan uang Kutim. Nggak usah dikembangkan lah yang begitu-begitu. Nanti orang bisa salah tangkap. Kan sudah saya jelaskan tadi," katanya, Senin (25/6/2012) siang.

Sementara itu, klip foto hasil editing beredar luas di jaringan blackberry messenger (BBM). Bahkan foto itu sampai ke para pelajar. Dalam foto tampak tiga foto yang berbeda, yaitu saat Isran menyerahkan hadiah Rp 350 juta, kondisi jalan berlubang di Sangatta, juga kondisi jalan rusak di Bengalon.

Pada hari yang sama, empat lembaga, yaitu Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara (PENA) Kutim, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutim, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutim, dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Stiper, telah menyampaikan surat permohonan hearing ke DPRD Kutim.

"Pada dasarnya DPRD menyambut baik langkah yang kami lakukan. Hanya belum ada diskusi yang spesifik. Kami berharap mereka siap melakukan hearing bersama dengan kami," kata Ketua PENA Kutim, Aleks Bajo.

Beberapa hal teknis yang akan dipertanyakan dalam hearing adalah sumber dana Rp 350 juta, latar belakang perilaku pencitraan poltik yang sangat tidak sesuai dengan kondisi infrastruktur Kutim yang masih relatif buruk, serta latar belakang mengapa Isran sering tidak berada di Kutim.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved