Kamis, 16 April 2026

Sumarti dan Seneng Dibunuh di Hongkong

Gagak Hitam Bawa Firasat Kematian Seneng bagi Sang Ibu

Jumineng (55), terkejut melihat seekor burung gagak hitam terbang rendah di atas rumahnya. Ia menganggap kehadiran burung gagak berarti pertanda buruk

TRIBUNKALTIM.CO, MUNA - Jumineng (55), terkejut melihat seekor burung gagak hitam terbang rendah dan berputar-putar di atas rumahnya. Perempuanparuh baya yang lahir dan besar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menganggap kehadiran burung gagak berarti pertanda buruk berita duka.

"Aku bilang ke mantuku, kok burung gagak itu muter-muternya lama," kata Jumineng saat ditemui Tribunnews.com, Tribun Network. Sang menantu, tak menanggapinya secara serius. Peristiwa itu terjadi akhir Oktober lalu. Tidak lama kemudian, tersiar kabar, putrinya Seneng Mujiasih alias Jesse Lorena Ruri, dinyatakan meninggal dibunuh bankir muda asal Inggris di Hongkong, Rurik George Caton Jutting, 1 November 2014.

Jumineng kemudian berharap, semoga keluarganya dijauhkan dari kabar duka. "Tapi, tahu-tahu begini," ujar ditemui di rumahnya di Desa Sidomakmur, Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/11) petang. (Baca: Ayah Sumarti: Hukum Mati Pembunuh Anak Saya)

Kehadiran burung gagak hitam di atas rumah orangtua Seneng diketahui tetangganya. "Aku nggak ada firasat atau mimpi aneh. Cuma beberapa hari sebelum kejadian, saya dan tetangga lihat burung gagak hitam muter-muter di atas rumah Seneng. Burung itu juga sempat muter-muter di atas rumah saya, tapi langsung diusir sama bapak saya," kata Marini, tetangga korban.

"Menurut orang Jawa, burung gagak itu pertanda kematian," imbuh Jumineng. Mereka diberi tahu Seneng ditemukan tewas di Hongkong pada Sabtu, 1 November, atau sehari setelah Jumineng melihat burung gagak warna hitam.

Jumineng tak kuat menerima kabar buruk dan seketika pingsan ketika diberi tahu, putri bungsunya, Seneng Mujiasih menjadi korban pembunuhan di Hongkong. Kabar pahit tersebut didapat mereka terima melalui telepon seluler. Sang pemberi kabar adalah Jumirah alias DJ Jemi dan Luh Rahayu, rekan Seneng yang juga bekerja di Hongkong. Kabar duka itu diterima Jumineng dan suaminya, Mujiharjo (54), Senin (3/11).

"Kami percaya 100 persen karena mereka adalah teman Seneng semasa SMA. Setelah itu, istri saya pingsan-pingsan terus, syok. Saya juga pusing-pusing dan selanjutnya kami sekeluarga pingsan, neneknya Seneng yang usianya sudah 74 tahun juga pingsan," kata Mujiharjo.

Mujiharjo mengaku, ia sempat bicara dengan Seneng pada Rabu malam dan Kamis malam, di pengujung Oktober. Saat itu, Seneng menanyakan perihal transfer uang Rp 20 juta.

"Dia tanya, uangnya sudah diterima atau belum?" kata Mujiharjo.

Pertanyaan itu dijawab anak sulungnya, atau kakak Seneng yakni Sri Suantoro. "Saya juga sampaikan ke Seneng kalau uangnya sudah sampai. Sudah, begitu saja. Itu komunikasi terakhir," ujarnya. (Baca: Salah Satu WNI yang Tewas di Hongkong Dilaporkan Berasal dari Sulawesi)

Jumat malam, Mujiharjo menghubungi nomor telepon Seneng. Namun Seneng tak kunjung mengangkat telepon genggamnya. Sekitar pukul 21.00 Wita, Mujiharjo kembali menelepon Seneng dan telepon diangkat. Namun yang berbicara adalah seorang perempuan berbahasa Indonesia yang tak dikenalnya.

Perempuan itu menanyakan perihal transfer uang Rp 20 juta. "Saya jawab, sudah. Saya tanya, kok ibu yang mengangkat telepon, dia bilang Seneng baru pergi, tapi nggak tahu ke mana," kata Mujiharjo.

"Beberapa jam kemudian saya telepon lagi, tapi ibu itu lagi yang mengangkat, dia bilang Seneng sedang keluar. Saya nggak sempat tanya nama dia," ujarnya. (Baca: Sumarti Dibunuh Bankir Muda Inggris 5 Hari Sebelum Pulang ke Cilacap)

Mujiharjo mengaku menaruh curiga kepada perempuan itu. "Kami curiga, kenapa HP Seneng yang mengangkat bukan anak saya. Dia cuma bilang, anakmu baru pergi, nggak tahu ke mana," kata Mujiharjo.

Selama sepekan sejak menerima kabar duka itu, Jumineng terkulai lemas di lantai ruang tengah rumah. Tatapan matanya kosong. Ia syok dan kerap pingsan ketika ingat putri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved