Kamis, 9 April 2026

Seleksi CPNS

Awas Penipuan CPNS, Anaknya Jokowi Saja Tidak Lulus

"Sekarang tidak bisa main-main lagi, kalau di tingkat daerah tidak bisa KKN, anaknya Jokowi (Presiden RI) saja tidak lulus," ujarnya.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Meski sudah sering Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau telah memberikan imbauan kepada masyarakat, namun masih saja ada yang menjadi korban penipuan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi BKPP Berau, Zainal Arifin. Menurut pria yang biasa disapa Arifin ini, dirinya sempat didatangi oleh dua orang warga Kampung Merancang yang mengaku dimintai uang oleh seseorang yang mengatasnamakan dirinya.

"Ada dua orang dari Kampung Merancang, dia tanya ke saya, `apa uang yang ditransfer sudah masuk?' ditanya begitu saya bingung," kata Arifin kepada TRIBUNKALTIM.CO baru-baru ini. Usut punya usut, ternyata kedua warga Merancang itu mengaku dimintai uang oleh seorang oknum yang mengaku bernama Zainal Arifin, oknum tersebut juga mengaku bisa meluluskan mereka menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). (Baca juga: Inilah Ibu Rumah Tangga Peraih Nilai Tertinggi Ujian CPNS Pemprov Kaltara).

Kedua warga Kampung Merancang itu mengaku telah mengirim uang masing-masing Rp 9 juta. "Saya juga takut kalau-kalau uang betul-betul masuk ke rekening saya, jadi saya periksa ke rekening ternyata tidak ada, mungkin sudah masuk ke rekening orang lain," ujarnya.

Meski ujian CPNS telah berakhir, namun Arifin mengatakan, situasi seperti ini masih rawan untuk dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami khawatir, nanti ada lagi oknum yang mengaku bisa meluluskan, karena proses seleksi ini belum selesai sampai penerbitan SK pengangkatan," jelasnya. Ditegaskan Arifin, proses seleksi CPNS kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Seluruh proses seleksi CPNS dilakukan secara online dan verifikasi yang ketat, sehingga kecil kemungkinan ada celah melalui `pintu belakang'. "Sekarang tidak bisa main-main lagi, kalau di tingkat daerah tidak bisa KKN, anaknya Jokowi (Presiden RI) saja tidak lulus," ujarnya.

Karena itu, Arifin berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan janji-janji oknum yang mengaku bisa meloloskan seseorang menjadi PNS. "Bukan cuma peserta, kadang-kadang sasarannya ke keluarga peserta CPNS juga, ibunya dibujuk, bapaknya dibujuk supaya mau memberikan uang. Kalau yang seperti itu tidak usah ditanggapi," ungkapnya.

Praktik penipuan, kata Arifin bisa dilakukan dengan berbagai modus, baik melalui telepon atau pesan singkat. Bahkan tidak menutup kemungkinan pelaku membuat surat yang seolah-olah resmi dikeluarkan oleh pemerintah. "Jadi kembali saya ingatkan supaya warga tidak mudah percaya, kalau menerima surat-surat yang meragukan silakan tanya dulu ke kantor kami supaya paham, itu surat resmi atau bukan," ujarnya.

Hingga saat ini, BKPP Berau masih memasang spanduk yang berisi himbauan agar peserta CPNS maupun masyarakat umum agar waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan pegawai BKPP Berau maupun mencatut nama-nama pejabat.

Saat membuka seleksi CPNS kemarin, Bupati Berau, Makmur HAPK juga telah menegaskan kepada seluruh peserta. "Tidak ada jalan mudah menjadi PNS, harus berusaha keras dan jujur. Pejabat-pejabat di jajaran saya juga tidak bisa memberikan rekomendasi supaya seseorang bisa diloloskan menjadi PNS," tegasnya. (*)

Ikuti perkembangan berita lainnya dengan like Facebook TRIBUN KALTIM dan follow @tribunkaltim

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved