Kisah Manusia Perahu
Mukmin Pulangkan Manusia Perahu Setelah Menjadi Pawang Ombak
"Jadwal pemulangan (manusia perahu) Selasa (13/1). Sekitar jam 10 malam. Kapal yang mengakut sudah siap semua," kata Mukmin
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak 588 manusia perahu asal Malaysia, segera dipulangkan ke negaranya. Setelah hampir tiga bulan lamanya terdampar di Berau, mereka dijadwalkan dipulangkan dengan menumpang sebuah kapal, Selasa (13/1) malam.
Pekan lalu, tiga orang dari antara Manusia Perahu ini disertakan sebagai pawang untuk mendoakan agar ombak tenang di lokasi pecarian korban pesawat Air Asia, Laut Jawa, Kalimantan Tengah. (BACA: Manusia Perahu Sebagai Pawang Ombak Bantu Pencarian Korban)
Pemulangan warga manusia perahu suku Bajau ini dikatakan Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal HP, yang menghubungi TribunKlatim.co, Minggu (11/1/2015) siang.
Mukmin menjelaskan, hasil investigasi verifikasi data manusia perahu dan komunikasi kedua negara (Indonesia dan Malaysia), Selasa (13/1) malam, 588 manusia perahu dipulangkan ke negara asalnya.
"Jadwal pemulangan (manusia perahu) Selasa (13/1). Sekitar jam 10 malam. Kapal yang mengakut sudah siap semua," kata Mukmin, kepada Tribun. (BACA: Tenggelamkan Kain Putih dan Menyan Isyarat Ritual Mencari Air Asia)
Hanya saja, lanjut dia, Mukmin tidak mengetahui persis kapal yang mengangkut manusia perahu tersebut. "Yang pasti, kami, Bupati Berau dan perwakilan dari beberapa Kementrian akan datang untuk menyelesaikan proses pemulangan manusia perahu dari Malaysia," ucapnya.
Sebelumnya, kata Mukmin, 88 manusia perahu asal Filipina sudah dipulangkan lebih dahulu pekan lalu. Sementara, 588 manusia perahu asal Malaysia yang dipulangkan, dijadwalkan Selasa (13/1) pekan ini. Manusia perahu masih ditampung di Lapangan Bulalung, Kecamatan Tanjung Batu, Derawan, Kabupaten Berau. Selama ditampung, Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau memberikan pelayanan layak seperti kebutuhan makan dan lainnya.(*)