Fenomena Batu Akik
Pria Ini Kenakan 8 Cincin Akik di Jemarinya, Koleksinya Ada Zamrud Rusia
Di rumahnya, Sandy memiliki 400 cincin akik dengan beberapa jenis batu mulia seperti zamrud, yakut, blue safir hingga bacan yang saat ini lagi naik
Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dalam acara jalan santai di Pasar Mangkurawang, Minggu (1/3/2015), Haisandy merupakan satu-satunya peserta yang paling nyentrik dan menyita perhatian banyak orang. Dia mengenakan delapan cincin akik di jemarinya. Bahkan, beberapa cincin disimpannya di tas kecil yang diselempangkan di pundaknya.
Di rumahnya, Sandy memiliki 400 cincin akik dengan beberapa jenis batu mulia seperti zamrud, yakut, blue safir hingga bacan yang saat ini lagi naik pamor. (BACA: Batu Akik hingga Yellow Sapphire Rp 150 Juta)
"Saya mengumpulkan ini sudah lama, sejak kuliah semester pertama sekitar 1990-1991," tutur pria yang menjabat Kasubag Aset di PDAM Tirta Mahakam itu.
Ratusan koleksi batu cincin ini diakui kebenarannya oleh teman-teman dekatnya, salah satunya Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar, Dafip Haryanto.
Semula, Sandy mengaku tidak suka dengan batu akik. Lalu dia membeli satu cincin akik yang tidak favorit, saking banyaknya ia mulai membeli jenis batu kelas menengah hingga kelas teratas. (BACA: Batu Akik jadi Alat Silaturahmi Para Perwira TNI AU)
"Harga itu relatif. Batu ini tidak diukur dari harganya. Bahkan ketika hati senang, kadang-kadang cincin akik ini saya berikan ke teman. Kalau saya pengen, saya kasihkan cincin saya," ujarnya.
Kemarin, Sandy mengenakan cincin akik tapi bukan sembarang jenis akik. Akik ini dari Tabang yang bisa tembus jika disenter dan tampak gambar kelelawar.
Harga paling mahal dari semua koleksinya adalah jenis zamrud Rusia. Harganya berkisar Rp 15 juta. Dia juga punya pirus hingga jenis-jenis bacan seperti palamea, lavender dan doko. Sandy punya bacan tapi tidak tertarik lantaran batu ini hanya musiman hebohnya. Kalau pamor bacan turun, maka orang akan tetap mengutamakan batu mulia seperti zamrud, blue safir, black safir dan yakut. Karena semakin tua harga batu mulia ini makin mahal.
Sandy juga memiliki batu cincin jenis kalimaya mexico. Batu ini mengeluarkan huruf Arab kalau terkena cahaya, berbeda dengan kalimaya Banten yang hanya mengeluarkan cahaya saja. Seorang rekannya menawar batu ini dengan harga Rp 50 juta, namun dia tidak melepasnya. (BACA: VIDEO - Batu Akik Booming di Pasar Pagi Samarinda)
"Saya nggak jual, tapi ketika hati lagi pengin beri, cincin itu saya berikan ke teman itu," ucapnya.
Dia menyisihkan uang di luar belanja istrinya untuk berburu cincin akik.
"Pokoknya, uang belanja tidak terganggu. Uang ini didapat di luar uang gaji saya," ujarnya.
Malahan sang istri pernah pinjam koleksi blue safir dan mewah delima untuk ditunjukkan kepada rekan-rekannya. Rekan istrinya itu tertarik dan menawar cincin itu. Tapi Sandi belum berniat untuk menjualnya. (*)