Pusamania Borneo FC
Kasus Suap Mafia Bola Johan Ibo Dibuka Kembali Polisi
Polwiltabes Surabaya yang sempat menutup kasus ini kembali melanjutkan penyelidikan, dan memanggil manejemen PBFC.
Penulis: Januar Alamijaya |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus mafia bola dalam upaya penyuapan yang melibatkan mantan pemain nasional Johan Ibo, ternyata belum berakhir.
Polwiltabes Surabaya yang sempat menutup kasus ini, kini kembali melanjutkan penyelidikan.
Langkah untuk membuka kembali kasus ini dilakukan dengan memanggil manajemen Pusamania Borneo FC (PBFC) yang melaporkan adanya upaya penyuapan kepada pemainnya tersebut untuk menjadi saksi dalam kasus ini. (Baca juga: Kasus Johan Ibo Dilimpahkan ke PSSI)
INTEROGASI - Johan Ibo (baju merah) saat diinterogasi oleh pengurus Pusamania Borneo FC, di Hotel Inna Simpang, Jl. Gubernur Suryo 1 - 3, Surabaya. (Haorrahman/Surya)Dalam kasus ini, Manajer PBFC, Dandri Dauri, mengatakan pihaknya telah menerima salinan surat elektronik yang dikirimkan oleh Polwiltabes Surabaya untuk datang pada tangal 27 April nanti, guna didengar keterangannya terkait dengan terungkapnya skandal pengaturan skor dan penyuapan yang dilakukan oleh mafia judi dan melibatkan Johan Ibo.
Selain Dandri, jajaran Polwiltabes Surabaya juga memanggail Okto Maniani dan Erick Weeks Lewis, dua pemain yang sebelumnya sempat mendapat tawaran dari Johan Ibo untuk mengalah dalam pertandingan ketika menghadapi Persebaya Surabaya.
"Tanggal 27 saya dipanggil dan diperiksa sama Polwiltabes Surabaya. Termasuk juga Erick Weeks dan Okto Maniani," katanya. Rabu (22/4/2015).
(Baca juga: Atasan Johan Ibo Ternyata Mantan Pemain Bola Juga)
Sebelumnya, meskipun telah tertangkap tangan hendak meyuap pemain PBFC, namun Polwilatbes Surabaya melepaskan kembali Johan Ibo, karena dianggap tak ada pasal yang bisa menjeratnya.
Manajer Pusamania Borneo FC (PBFC), Dandri Dauri, urung melaksanakan niatnya mendatangi Kantor Polwiltabes Surabaya untuk memberikan keterangan tekait upaya suap yang dilakukan oleh mantan pemain nasional, Johan Ibo yang tertangkap hendak menyuap pemainnya.
Padahal berdasarkan skenario awal, ia dan dua pemain lainnya masing-masing, Okto Maniani dan Erick Weeks, sebenarnya sudah berniat untuk mendatangi Kantor Polwiltabes Surabaya pada Kamis (9/4/2015) guna membantu aparat Kepolisian mengsut tuntas kasus ini.
Apalagi ketiganya sengaja tak ikut pulang bersama rombongan pemain PBFC lainnya yang sudah check out dari Hotel Inna Simpang sejak subuh untuk mengejar penerbangan pagi di bandara.
Namun semua rencana itu akhirnya buyar ketika ia membaca berita di salah satu media pada pagi harinya yang memberitakan jika Johan Ibo sudah dibebaskan oleh aparat kepolisian.
Polisi menilai tak cukup bukti yang menguatkan jika mantan pemain Persiba Bantul itu terlibat dalam penyuapan.
Dandri yang pada sore harinya mengaku sudah berada di Bandara Sultan AM Sulaiman Sepinggan Balikpapan, mengatakan, tindakan yang dilakukan Kepolisian membuat dirinya cukup kaget sekaligus kecewa
"Terntu saja ini membawa kekecewaan karena penipu yang saya tangkap ternyata dibebaskan oleh Kepolisian," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mafia-bola-coba-suap-pemain-pbfc_20150408_005102.jpg)