REI Kaltim Target Bangun 2.500 Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
DPD Real Estate Indonesia (REI) Kaltim menargetkan pembangunan sekitar 2.500 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, pada tahun ini.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - DPD Real Estate Indonesia (REI) Kaltim menargetkan pembangunan sekitar 2.500 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, pada tahun ini.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kaltim Arief Rahman Hasyim mengatakan, target pembangunan rumah bagi MBR ini disesuaikan dengan kondisi ril dan target yang ditetapkan pengembang di bawah naungan REI, yang fokus untuk perumahan subsidi.
"Kami berharap bisa saja lebih dari angka tersebut. Namun, untuk saat ini kami targetkan sekitar 2.500 unit pada tahun ini di wilayah Kaltim," kata Arief, saat ditemui di Kantor DPD REI Kaltim Jalan Siraj Salman Samarinda, Jumat (24/4/2015).
Arief menjelaskan tahun lalu, pengembang di bawah naungan REI Kaltim belum merealisasikan rumah bagi kalangan MBR atau rumah yang masuk dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Baca: Uang Muka Hanya Satu Persen, Apersi Masih Tunggu Prosedur
Mahalnya harga lahan dan biaya pematangan lahan menjadi faktor utama, sehingga pihaknya belum bisa merealisasikan pembangunan rumah subsidi tahun lalu.
Kendati demikian, program 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi, kata Arief menjadi angin segar bagi masyarakat terutama untuk mengurangi backlog (kekurangan jumlah rumah) di Kaltim yang mencapai 150.000 unit.
Hanya saja, diharapkan berbagai kendala yang biasanya dihadapi pengembang, bisa diatasi.
"Kami optimis dengan program ini maka bisa mendorong pengembang untuk menyediakan rumah untuk MBR. Apalagi bila berbagai hambatan bisa diatasi dan diminimalkan sehingga bisa memudahkan pengembang dalam menyediakan rumah," kata Arief.
Sekadar diketahui, Pemerintah membuat program satu juta unit rumah murah per tahun yang akan dibangun mulai akhir April ini. Sebanyak 603.516 unit diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit untuk non MBR.
Baca: Apersi Siapkan 2.500 Unit Rumah Tapak Sejahtera di Tiga Kota
Untuk Kaltim akan dibangun 5.832 unit beragam tipe dengan kisaran harga Rp 121 juta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono mengatakan pada tahap pertama akan dibangun 300 ribu unit.
Kemudian, 700 ribu rumah akan dibangun secara bertahap hingga akhir tahun. Rumah tersebut terdiri atas rumah tapak (landed house), rumah susun hak milik (rusunami), dan rumah susun hak sewa (rusunawa).
Perumahan ini diperuntukan bagi mereka yang berpengasilan rendah, PNS, TNI, dan Polri. Selain itu tidak semuanya diperuntukkan sebagai rumah milik, namun juga sewa.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, dari satu juta unit rumah yang akan dibangun tahun ini, 98.300-nya berbentuk rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), dengan peruntukan sebagian besar anggota TNI dan Polri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/properti-rumah-murah_20150424_173008.jpg)