BREAKING NEWS

BREAKING NEWS - Korban Tawuran, Siswa SMP Tewas Setelah Koma 2 Hari

“Kepastiannya meninggal akibat pendarahan di otak. Hal tersebut kami dapatkan setelah melakukan CT scan pada korban,” ujar Dokre Vernilina

BREAKING NEWS - Korban Tawuran, Siswa SMP Tewas Setelah Koma 2 Hari
TRIBUNKALTIM.CO/AHMAD SIDIK
Sejumlah ibu-ibu dan anaknya berada di Satreskrim Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan. Mereka menjadi saksi dalam aksi tawuran yang terjadi Sabtu (25/4) yang menewaskan M Yusuf (14 tahun), seorang pelajar SMP. 

TRIBUNKALATIM.CO - Tawuran antarsiswa SMS pecah di di Jalan Jenderal Sudirman, mengakibatkan tewas Muhammad Yusuf. Lokasi tawuran di sekitar Masjid Baitul Mukmin, depan jembatan perbatasan RT 1 dan RT4, Klandasan Ilir, Balikpapan. Korban masih sekolah di satu SMP Negeri di Balikpapan.

Yusuf meninggal Senin (27/4/2015) setelah kritis selama dua hari. Pristiwa tawuran terjadi Sabtu sekitar pukul 20.00 Wita. Hingga Minggu (26/4/2-15) malam, Yusuf kritis dan dirawat di ICU Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan.

Kepastian meninggalnya Yusuf, satu di antara anak yang terlibat tawuran dipastikan karena adanya pendarahan bagian otak. Hal ini disampaikan Kepala IGD & Rawat Jalan RS Restu Ibu Balikpapan, Dr Vernilina.

“Kepastiannya meninggal akibat pendarahan di otak. Hal tersebut kami dapatkan setelah melakukan computer tomography (ct) scan pada korban,” ujar dokter Vernilina.


Suasana di ruang tunggu ICU RS Restu Ibu Balikappan. Muhammad Yusuf (14 tahun) siswa SMP di Balikpapan, meninggal akibat korban tawuran pelajar di Klandasan Ilir Balikpapan Kota, Sabtu (25/4/2015). (TRIBUNKALTIM.CO/AHMAD SIDIK)
 

Baca Juga: Rayakan Kelulusan, Pelajar Malah Tawuran

Dijelaskan pula korban pertama kali datang ke rumah sakit Restu Ibu Balikpapan pada hari Minggu sekitar pukul 01.00 dini hari.

“Saat dibawa ke sini, tim dokter juga sudah mencari beberapa bekas luka di area kepala, tetapi saat itu tidak kami temukan. Begitu pula dengan memar di bagian wajah yang tidak tampak ketika dilakukan pengobatan,” ucap Dr Lina, sapaan Vernilina.


Sebanyak 30 siswa Kota Yogyakarta diamankan di Polresta Yogyakarta setelah terlibat aksi tawuran, Sabtu (26/6/2012). (Kompas.com)

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur dari RS Restu Ibu, Balikpapan Dr Jahja Budi, saat dikonfirmasi pada saat yang sama.

“RS sudah melakukan CT-scan, dan hasilnya memang ada pendarahan di otak. Jika lebih jelas, nanti bisa melalui autopsi,” ujarnya.

Baca Juga: SMAN 70 Siapkan Sanksi Drop Out kepada Fitra

Halaman
123
Penulis: Ahmad Sidik
Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved