Fashion
Lewat Dewaraja-Runway Collection, Kejayaan Batik Iwan Tirta Kembali
Bagi para pecinta karya seni batik, nama Iwan Tirta sudah tak asing lagi,
"Batik khas Kutim asal Rantau Pulung. Sudah kami pasarkan kemana-mana. Termasuk ke Jakarta untuk ikut pameran. Batiknya, batik tulis. Proses pembuatannya sekitar 3 hari, makanya harganya sedikit mahal," kata Rina, Kasibag Kesra Kecamatan Rantau Pulung. (Baca juga: Menghargai Sejarah, RSUD Sangatta Ganti Nama)
Selain itu, pewarna yang digunakan juga berasal dari alam. Salah satunya getah kayu ulin yang mulai langka.
Kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) sering disebut bulian atau kayu besi. Pohon ulin merupakan tanaman khas Kalimantan yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan.
Wakil Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman sempat melihat-lihat batik khas Kutim yang dipasang. Bahkan ia telah menginstruksikan agar pegawai Pemkab Kutim mengenakan batik khas Kutim tiap hari Kamis.
"Jika tidak sekarang, kapan lagi masyarakat Kutim bisa kenal dan bangga dengan produk-produk lokal asli buatan industri kreatif warga sendiri. Batik tulis Kutim yang di produksi dari Kecamatan Rantau Pulung, Desa Kabo dan Kecamatan Bengalon, yang tidak kalah kualitasnya dengan batik Solo dan Jogyakarta," ungkap Ardiansyah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/batik-iwan-tirta_20150428_184557.jpg)