Bulungan Belum Capai Target 5 Ribu Hektare Kedelai
“Kita semua yang ada disini (Bulungan) ditantang untuk menggarap kedelai,” tutur Budiman.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan mengakui target April 2015, soal penanaman kedelai di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara seluas 5 ribu hektare (ha) belum mencapai target karena diakibatkan terbatasnya tenaga pengolah lahan.
Ini disampaikan Bupati saat dalam Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bulungan di ruang serba guna Gedung Bupati Bulungan, pada Selasa (28/4/2015) lalu.
“Sekarang kita belum sampai 5 ribu hektare. Padahal April harus sudah jalan. Sekarang baru mencapai 4375 hektare. Yang penting nanti Mei kita harus tetap jalan, lebih bagus lagi bisa capai 5 ribu hektare,” katanya.
Dia menegaskan, program penanaman kebun kedelai merupakan satu-satunya program pertanian yang ada di provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Bulungan menjadi pilihan pemerintah pusat.
Baca: Bupati Instruksikan Tanam Kedelai Serentak
“Kita semua yang ada disini (Bulungan) ditantang untuk menggarap kedelai,” tutur Budiman.
Menurutnya, belum tercapainya target lahan karena petani penggarapnya masih terbatas jumlahnya. Sementara untuk ketersediaan lahan Kabupaten Bulungan masih banyak potensinya.
“Lagi-lagi ini semua tergantung dari para penyuluhnya. Untuk mau memberikan sosialisasi ke seluruh masyarakat petani untuk mau menanam kedelai,” katanya yang saat itu mengenakan seragam biru dongker.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Muhammad Iqbal menuturkan, memasuki pertengahan April, pihaknya sudah mengirimkan bibit dan pupuk kedelai ke daerah Sekatak, Tanjung Palas, Desa Binai, Desa Wonomulyo, dan Desa Sajau Hillir.
“Kami akan berikan bantuan bibit ke para petani yang sudah siap mau menanam. Bantuannya kami sudah kirim melalui kelompok-kelompok tani,” ungkapnya.
Dia pun mengakui, capaian 5 ribu hektare belum terkejar. Karena itu, kedepan pihaknya akan melakukan perluasan ke daerah Tanjung Palas, sebab daerah ini masih luas tanah perkebunannya dan sangat berpotensi sebagai kawasan penanaman kedelai.
“Kami juga menggandeng Kodim untuk pengawasan bantuannya, juga ikut untuk turun menanam,” ujar Iqbal.
Baca juga: Ratusan Tahun Warga Desa Long Peso Andalkan Pertanian
Selain itu, tambahnya, akan menerjunkan lebih banyak para penyuluh pertanian ke masyarakat petani, untuk terus berusaha melakukan pendampingan.
“Awal Mei ini targetnya akan turun ke lapangan. Menanam serentak. Supaya Agustus nanti kita bisa panen kedelai,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/petani-desa-long-pari_20150429_182126.jpg)