Kolom Rehat

May Day, Mayday, M'aidez

Semakin malam hujan semakin deras. Sebagian massa mulai beranjak pulang saat Samuel Fielden, melakuan orasi yang semakin liar,

TRIBUN KALTIM
Arif Er Rachman 

Meski masih jauh dari sempurna, kondisi buruh seluruh dunia saat ini sudah lebih baik daripada masa-masa sebelum dan beberapa saat setelah 'Insiden Haymarket Square'. Saat itu buruh menghadapi banyak tekanan yang penuh kekerasan dari pengusaha yang disokong aparat penegak hukum.

***

SEBUTAN 'meydey' juga merujuk pada "Mayday, Mayday, Mayday" yang merupakan kata-kata tanda darurat yang harus diucapkan pilot atau nakhoda lewat komunikasi radio. Mayday tanda bahaya ini memang harus diucapkan tiga kali berturut-turut untuk mencegah petugas salah dengar.

Prosedur kata Mayday ini dicetuskan pertama kali oleh Frederick Stanley Mockford (1897–1962), petugas senior radio Bandara Croydon di London pada 1923.

Saat itu, Mockford diminta untuk menemukan satu kata yang mengindikasikan darurat yang mudah dipahami pilot dan petugas penyelamat di darat. Karena hampir semua penerbangan dari London saat itu hanya menuju Bandara Le Bourget Airport di Paris, ia mengusulkan kata "Mayday" yang ucapannya sama dengan "m’aidez", kata dari bahasa Prancis yang artinya "tolong saya".

Begitulah. Selain May Day, Mayday, dan M’aidez, bulan Mei mengingatkan saya pada Ibunda saya dan Ki Hajar Dewantara yang sama-sama merupakan guru dan pendidik. Tapi bulan Mei juga mengingatkan saya pada sejarah kelam negeri ini 17 tahun silam, pada penjarahan dan pada perempuan-perempuan yang diperkosa.

Tapi karena tulisan ini sudah terlau panjang dan sebentar lagi akan terasa membosankan, saya akan membicarakannya pada kesempatan lain. Selamat beristirahat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved