Kamis, 28 Mei 2026

Blok Mahakam

Pekerja Total Doakan Blok Mahakam Kembali ke Pangkuan Indonesia

Ibarat orangtua bertemu kembali dengan anaknya yang hilang 50 tahun silam, itulah gambaran pertemuan antara empat wakil Pengurus SP-NTI.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim |
KOMPAS/SUBUR TJAHJONO
Anjungan Blok Mahakam di laut lepas Kalimantan Timur, Selasa (21/5/2013). 

Disebutkan berdasarkan kesepakatan yang sudah diambil, semua pekerja Total, pasca 2017 akan dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan pesangon sesuai undang-undang.

Selanjutnya, menurut dia, bagi pekerja Total akan masuk menjadi pekerja organik di Pertamina, "Ini adalah komitmen kami untuk tetap menjaga agar performance Blok Mahakam tetap terjaga. Karena selama ini kamilah yang mengoperasikan Blok Mahakam," kata Fauzan.

70 Persen Pertamina

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah telah mengambil keputusan terkait pembagian saham Blok Mahakam.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuturkan, operator existing, Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, diberikan porsi sebesar 30 persen.

"Pertamina dan BUMD mendapat porsi saham 70 persen, sedangkan Total-Inpex diberikan interest 30 persen. Jadi 70 persen untuk Indonesia, dan 30 persen untuk operator sekarang," kata Sudirman kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sudirman menjelaskan, pemberian porsi seperti ini sudah memasukkan berbagai pertimbangan. Pertama, Pertamina harus betul-betul berperan sebagai operator yang mengontrol mayoritas saham.

Di sisi lain, pemerintah juga ingin memberikan apresiasi kepada operator existing yang sudah menunjukkan kinerja baik dan komitmennya untuk berinvestasi.

Sementara itu, porsi hak partisipasi (participating interest) Pemerintah Daerah Kalimantan Timur melalui BUMD akan diberikan kepastiannya pekan depan, setelah ada pembahasan dengan Gubernur.

"Menunggu Gubernur pulang, dari luar kota. Akan ada diskusi lanjutan untuk menetapkan porsi Pemda," sambung Sudirman. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved