Polri Diminta Antisipasi Isu Kedaerahan Jelang Pilkada Serentak
“Pilkada serentak di Kaltim harus tetap kondisi aman dan juga terkendali, jadikanlah pilkada ini langsung umum dan bebas. Terlebih jelang lebaran,”
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Isu-isu kedaerahan maupun ras (Etnis), harus diantisipasi lantaran bisa menjadi musabab ancaman keamanan Kaltim.
Selain jelang pelaksanaan Pilkada, lebaran yang tinggal menghitung hari, kata Awang, juga patut diantisipasi keamanannya.
Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, menyambut HUT ke 69 Polri, Rabu (1/7/2015).
“Pilkada serentak di Kaltim harus tetap kondisi aman dan juga terkendali, jadikanlah pilkada ini langsung umum dan bebas. Terlebih jelang lebaran,” kata Awang.
Menurut Awang, selama ini Pilkada di Kaltim selalu berjalan sukses, aman dan terkendali. Awang berharap, keamanan Kaltim jelang pesta demokrasi tersebut bisa terus terjaga.
“Jangan sampai dirusak oleh isu-isu kedaerahan dan etnis,” tegasnya.
Selain itu, Awang Faroek menyambut baik Hut Polri. Menurutnya, selama ini, Polri sudah menjadi pelindung masyarakat, terutama menjaga Kamtibmas di Kaltim.
“Saya sangat hargai itu, makanya kita juga membantu polisi, keamanan bukan hanya tugas polisi tapi masyarakat juga berperan,” tuturnya.
Diketahui, sembilan kabupaten/kota di Kaltim akan melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember mendatang, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Samarinda, Balikpapan, Mahulu, Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), Paser, Berau dan Kota Bontang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/awang-faroek1_20150529_123746.jpg)