Sabtu, 11 April 2026

Pemkot Fokus Jual Sarung Samarinda dan Sungai Mahakam

Kawasan tepian Sungai Mahakam, Samarinda memiliki potensi besar dikembangkan menjadi obyek wisata.

Penulis: Doan E Pardede |

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan tepian Sungai Mahakam, Samarinda memiliki potensi besar dikembangkan menjadi obyek wisata.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kominfo Samarinda HM Faisal, ada beberapa rencana untuk pengembangan Tepian Mahakam.

Namun, untuk mewujudkan semua rencana tersebut masih perlu waktu, biaya, dan dukungan semua pihak. Sejauh ini, konsep penataan tepian Mahakam dilakukan tidak tumpang tindih dan selalu berkonsultasi dengan Pemprov Kaltim.

"Saat ini saya fokus bagaimana menjual sarung Samarinda dan Sungai Mahakam. Target saya untuk Samarinda Seberang, Kampung Tenun itu jadi destinasi wisata. Kedua, jadi sentral penjualan sarung. Dari penjual langsung ke pembeli dan tidak melalui tengkulak, " kata Faisal ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2015).

Target lain lanjut Faisal, melestarikan perajin tenun sarung Samarinda dengan membantu membuka peluang pasar. Salah satu upaya yang sudah dilakukan memberikan hasil adalah melakukan modifikasi sarung Samarinda. "Kalau harga sarung naik kan ada regenerasi perajin," katanya.

Baca: Gubernur Ini Ingin Tepian Mahakam seperti Singapura

Rencananya, tahun 2016 mendatang akan dilakukan promo Kampung Tenun sebagai destinasi wisata. Namun karena bantuan dana Pemprov Kaltim 2014 lalu tertunda, promo diperkirakan akan mundur.

Untuk jangka panjang, salah satu yang akan diwujudkan adalah memberikan warna agar pemandangan Samarinda lebih bersinar dan hidup di malam hari. Saat ini kata dia, belum ada satupun yang bisa menjadi ikon bersinar.

Di seputaran dermaga Samarinda Seberang nantinya akan dibangun monumen Wakil Presiden RI yang juga Bapak Koperasi Indonesia Muhammad Hatta (Bung Hatta). Patung ini bersinar dan bisa terlihat dari bebagai sisi Samarinda.

Bung Hatta kata Faisal, terkait erat dengan sarung Samarinda. Saat kunjungan Bung Hatta ke Samarinda waktu dulu, motif sarung Samarinda yang dipilih hingga saat ini dinamakan motif belang Bung Hatta.

"Kalau monumen Bung Hatta di Seberang, dari (sebelah) kota kelihatan. Dimana Kampung Tenun, tuh yang ada patung Bung Hatta. Kan keren," katanya.

Selain itu, agar semakin bersinar di malam hari, rencananya juga akan dibuat tulisan besar "SAMARINDA" lengkap dengan lampu-lampu di Gunung Steling, Selili dan beberapa titik ketinggian lainnya.

"Saya sudah pernah suarakan membuat itu," katanya.

Sementara untuk sungai, saat ini yang sedang digarap membangun dermaga wisata di sisi Samarinda Kota dan Samarinda Seberang. Pembangunannya bisa didanai swasta atau pemerintah. Dermaga yang sudah akan dibangun di seputaran Pasar Pagi dengan dana sekitar Rp 10 miliar dari APBD Provinsi Kaltim. Sementara untuk sisi Kampung Tenun, sumber dana masih terus diupayakan.

Selain dermaga, di Samarinda Seberang juga masih diupayakan pembangunan terminal untuk perjalanan darat bagi wisatawan.

Setelah dermaga tuntas, akan digagas perjalanan short trip dengan kapal wisata mulai dermaga Pasar Pagi atau depan kantor Gubernur menyusuri Sungai Mahakam dan memutar di sekitar Bigmall berlanjut ke objek wisata di Samarinda Seberang seperti Kampung Tenun dan Rumah Tua.

Sementara untuk long trip, short trip akan ditambah perjalanan ke Jembatan Mahulu dan Mahkota II. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved