Bupati Curhat Banyak Guru Ajukan Cerai Nikah
“Saya bertanya kenapa banyak guru yang mau mengajukan cerai nikah.
TRIBUNKALTIM.CO - Sekumpulan orang berkemeja batik putih hitam menyemuti ruang Serba Guna kantor Bupati Bulungan, pada Sabtu (1/8/2015) pgi.
Mereka semua berprofesi sebagai guru hadir mengikuti acara Halal Bi Halal, lebaran Idul Fitri yang baru saja dilewati.
Semua yang hadir merupakan guru tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bulungan, Budiman Arifin mengenakan kopiah hitam.
Ketika memberi sambutan pidato, pria asal Kota Tarakan itu berpesan, kegiatan silaturahmi memberi banyak manfaat, efek yang ditimbulkan memberi nilai positif. (Baca juga: BREAKING NEWS - Pelaku Sudah Terbiasa Telan Pil Sabu Ratusan Juta )
Bupati juga berpesan kepada seluruh guru yang bertugas di Kabupaten Bulungan, mesti wajib menjalankan tanggungjawabnya secara profesional.
Dirinya sering mendapat surat pengajuan cerai dari para guru. “Saya bertanya kenapa banyak guru yang mau mengajukan cerai nikah. Apakah karena lingkungannya, atau karena hawa nafsu saja, melihat yang segar-segar jadi tergoda,” ujarnya dengan nada kalimat bercanda.
Menurut Bupati, seorang guru itu panutan bagi masyarakat. Kehidupan rumah tangga guru harus harmonis, tidak boleh bercerai-berai, apalagi sampai mempertontonkan kesemerawutan rumah tangga di muka publik. (Baca juga: Inilah Pesona Pulau Reunion, Lokasi Ditemukannya Puing Diduga MH370 )
Lagi pula, jika seorang guru mengalami keretakan rumah tangga maka akan mengganggu kinerjanya. “Mengajar tidak lagi fokus. Pikirannya habis hanya untuk persoalan rumah tangga saja,” kata Budiman.
Ia berharap, guru itu sumber pengetahuan. Kondisi kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bulungan ada di seorang guru.
Jika guru bekerja profesional penuh budi pekerti, kemungkinan akan mencetak generasi bangsa yang hebat. “Kita dalam mengabdi harus benar-benar. Tingkatkan kualitas pendidikan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujar Budiman.
Ditambahkan, Ketua PGRI Kabupaten Bulungan, Suriansyah, mengatakan, para guru di Kabupaten Bulungan mesti menyadari profesi yang diembannya ialah sangat terhormat. Setiap ucapan dan tindakan jadi tauladan. Guru yang paripurna akan memberikan pancaran kebaikan di lingkungan masyarakatnya. (Baca juga: BREAKING NEWS: TNI Paksa Warga Malaysia Keluarkan Sabu-sabu dari Anusnya )
“Bulungan ini masih kekurangan guru. Banyak daerah di pelosok-pelosok kekurangan tenaga pengajar. Mudah-mudahan ada guru yang terpilih, memiliki kualitas dan moralitas bagus,” harapnya.
Kegiatan Halal Bi Halal PGRI Bulungan itu diisi oleh kegiatan siraman rohani dari Ustad Habib At Tamimi, seorang pengajar guru agama dari Pesantren Al Khairat Tanjung Selor.
Saat berkutbah, Tamimi berpesan, mengikat tali silaturahmi itu penting, sebab sebagai bagian amalan terpuji. “Yang memutus tali silaturahmi itu perbuatan tercela,” ungkapnya. (Budi Susilo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bulungan_budiman-salaman-dengan-guru_20150802_150907.jpg)