Kesehatan
Sakit Langka Hernia Diafragmatika, Ibu Ini Kaget Bayinya Megap-megap
PASANGAN Irwan Saroji (27) dan Ramini (27) tak menyangka kelahiran anak pertamanya mengalami kelainan yang sangat langka.
HERNIA diafragmatika merupakan kelainan organ tubuh manusia, bawaan cacat bayi lahir. Penyakit ini ditandai adanya lubang yang abnormal pada diafragma akibat penyatuan tak sempurna dari struktur-struktur diafragma (struktur otot) selama perkembangan janin.
PASANGAN Irwan Saroji (27) dan Ramini (27) tak menyangka kelahiran anak pertamanya mengalami kelainan yang sangat langka.
Selama Ramini mengandung hingga akhirnya melahirkan tak ada keanehan terjadi. Semua berjalan normal layaknya seorang ibu mengandung dan melahirkan anak.
"Saya tak merasakan keanehan, semua berjalan lancar mulai saat hamil sampai melahirkan berjalan normal," kata Ramini.
Warga Jalan PDAM, Km 12 Balikpapan Utara ini mulai heran saat anak yang baru saja dilahirkan terlihat megap-megap bernafas dengan tidak normal.
Ramini melahirkan pada 27 Juli di Puskesmas Karang Joang dibantu seorang bidan. Tepat pukul 13.00 wita melahirkan seorang anak berkelamin perempuan dengan berat 3,3 kg.
Baca: Sentuhan Ayah Bantu Perkembangan Motorik Bayi Lebih Baik
Hand Out/penyebabhernia.com - Hernia diafragmatika pada bayi
Pada awalnya berjalan dengan baik, sampai pukul 17.00 wita Ramini melihat anaknya ada keanehan yakni terlihat susah untuk bernafas. "Saya lihat tersengal-sengal nafasnya tak lancar," ujarnya.
Selanjutnya kata bidan di puskesmas anak Ramini hanya mengalami kedinginan selanjutnya sang bidan menghangatkannya dengan memberikan lampu selama semalam.
Keesokan paginya Ramini melihat anaknya tak mengalami perubahan yang baik malahan pada bagian dibawah hidung dan samping bibir kulit wajahnya membiru. Setelah itu kepala puskesmas berinisiatif merujuk ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter rumah sakit diputuskan untuk dilakukan tindakan yakni operasi. Dr Landelina Lany Tantiyo Sp.A sebagai dokter yang menangani perawatan anak rumah sakit langsung melakukan rontgen pada tubuh bayi tersebut.
Dokter Spesialis Bedah Anak (SpBA) pada RSUD Kanudjoso Djatiwibowo, Iman Martafani SpBA, menunjuk hasil foto rongent yang memperlihatkan kelainan rongga dada si bayi, Kanaya. Ia ddiagnosa mengidap penyakit langka, Hernia Diafragmatika. (TRIBUNKALTIM.CO/RUDY FIRMANTO)
Mengejutkan hasilnya, usus bayi telah memenuhi rongga dada sebelah kiri sehingga menjepit paru-paru dan mendesak Jantung hingga berpindah posisi ke sebelah kanan.
Sekitar pukul 17.00 wita pada (28/7/2015), tim dokter rumah sakit yang dipimpin dr Iman Martafani SpBA melakukan tindakan operasi hingga pukul 21.00 Wita atau sekitar empat jam masa operasi.
Tindakan yang dilakukan mengembalikan posisi usus dari rongga dada ke rongga perut sehingga jantung kembali ke posisinya dan bisa melakukan fungsinya dengan normal.
Dr Iman mengatakan pihaknya melakukan penjahitan terhadap lubang abnormal yang terjadi sehingga kedepannya kejadian tersebut tak terulang kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hernia-diafragmatika3_20150806_130838.jpg)
