Walikota Ini Galakkan Transaksi Uang Elektronik di Sekolah-sekolah
Langkah itu guna menekan penggunaan transaksi tunai yang menggunakan uang kartal, baik uang kertas maupun logam.
TRIBUNKALTIM.CO - Transaksi non tunai atau uang elektronik kini digalakkan hingga ke lingkungan sekolah. Seperti yang digagas Walikota Pontianak, Sutarmidji seiring dicanangkannya kantin sehat di sekolah-sekolah.
Langkah itu guna menekan penggunaan transaksi tunai yang menggunakan uang kartal, baik uang kertas maupun logam.
"Bisa saja diintegrasikan dengan kartu pelajar sehingga kartu pelajar itu nantinya dicetak oleh pihak bank yang bekerja sama dalam penyediaan fasilitas transaksi elektronik di kantin tersebut," ujar Sutarmidji saat penandatanganan nota kesepahaman elektronifikasi transaksi keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, di Aula Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (6/8/2015).
BACA: Transaksi Uang Elektronik di Indonesia Masih Rendah
Ia mengajak kaum muda untuk menjadikan transaksi non tunai atau uang elektronik ini sebagai gaya hidup. Sebab penggunaan uang tunai dalam bertransaksi akan membebani anggaran yang dikeluarkan negara untuk mencetak uang. (Rizky Zulham)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-elektronik_20150807_145536.jpg)