Enam Bulan Lalu Pasar di Daerah Ini Kehilangan 20 Tong Sampah
“Malam hari tiba pasar sudah tutup. Walau sudah tutup orang darimana saja bisa bebas masuk keluar lingkungan pasar,” tutur Mahmud.
Penulis: Budi Susilo |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Semenjak kehadiran Pasar Induk Tanjung Selor kehadapan masyarakat Kabupaten Bulungan di tahun 2003, pasar basah yang memiliki luas 12 hektar ini belum memiliki pagar pelindung, akibatnya sering ada laporan dari pedagang yang kehilangan barang dagangannya.
Saat TribunKaltim.co, menemui Ketua Komunitas Pedagang Pasar Induk, Zainuddin Mahmud, 65 tahun, membenarkan bila pasar induk rawan aksi kejahatan.
“Pasarnya masih terbuka, tidak ada pagar,” ujarnya di lantai dua Pasar Induk Tanjung Selor, Jalan Raya Sengkawit, Minggu (23/8/2015) sore.
Sering sekali, para pedagang kehilangan barang dagangannya, sebab modus pencurian dengan cara membobol kios dan lapak pedagang yang minim pengawasan.
“Malam hari tiba pasar sudah tutup. Walau sudah tutup orang darimana saja bisa bebas masuk keluar lingkungan pasar,” tutur Mahmud.
Tidak hanya itu, tempat sampah yang sudah sediakan dinas pasar juga sering kehilangan. Dalam hitungan enam bulan saja, pasar sudah kehilangan sebanyak 20 unit tong sampah plastik.
“Saya tidak tahu siapa yang mengambil. Petugas pengawas pasar hanya ada empat orang,” kata pria berkumis tebal ini.
BACA juga: Jelang Ramadan, Harga Cabe Makin Pedas
Menurut dia, sebaiknya pihak Pasar Induk Tanjung Selor membuat pagar pelindung, yang mengelilingi pasar agar pengamanannya ketat dan bisa diawasi dengan mudah.
“Kasih pagar tembok setinggi dua meter lebih. Buat pagar yang kuat,” tutur Mahmud.
Dia berharap, bila pasar sudah ada pagar tentu saja akan ada satu pintu masuk dan keluar sehingga okumun-okunum yang akan berbuat kriminal bisa dicegah.
“Coba kita lihat di Samarinda pasar induknya dibuat pagar,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Budy, Unit Pelaksana Teknis Pasar Induk Tanjung Selor, menuturkan, pihaknya akan mengusulkan pembuatan pagar pasar ke Pemerintah Kabupaten Bulungan.
“Saya pribadi juga setuju kalau dibuat pasar. Supaya pasar bisa aman dan nyaman bagi konsumen dan pedagang,” kata pria kelahiran Surakarta ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pasar-induk-tanjung-selor_20150823_222421.jpg)