BI Imbau Masyarakat tak Perlu Panik Terhadap Gejolak Kurs Rupiah
Dia mengingatkan masyarakat untuk tak perlu panik, sebab kondisi ini hanya bersifat temporer atau sementara.
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Amanda Liony
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) belakangan ini memunculkan kekhawatiran banyak kalangan.
Namun menurut Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Balikpapan, Suharman Tabrani, beberapa waktu lalu di Balikpapan, kondisi melemahnya rupiah terhadap dollar dikarenakan kondisi ekonomi global, yang dirasa tidak hanya di Indonesia saja.
Dia mengingatkan masyarakat untuk tak perlu panik, sebab kondisi ini hanya bersifat temporer atau sementara.
"Ini sifatnya sementara, pengaruh inflasi pun tak akan terlalu besar. Masyarakat tak perlu panik. BI dan seluruh pihak yang ada pun berkoordinasi untuk jalan keluarnya," terang Suharman.
BACA JUGA: Gawat, Rupiah Melemah ke 14.000 Jika Kabinet Jokowi Salah
Suharman menambahkan, pengaruh melemahnya rupiah ini dapat dirasakan semua sektor yang ada. Namun itu tergantung pada seberapa besar sektor tersebut menggunakan valuta asing dalam transaksinya.
"Kalau kebutuhan akan import besar pasti akan berdampak lesu pada sisi internal domestik dan juga daya beli masyarakat akan menurun," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, dampak yang dirasa, investor akan menahan untuk melakukan kegiatan investasi pembelian. Sehingga kegiatan investasi di daerah akan terlihat berkurang. (*)