Sabtu, 6 Juni 2026

Mancanegara

Kisah Tragis Aylan Kurdi Mencabik-cabik Batin Warga Dunia

Sejumlah foto yang disajikan di media massa terkemuka di Inggris pun menjadi sajian yang menggedor-gedor perasaan yang menyaksikannya.

Tayang:
THE INDEPENDENT
Aylan Kurdi (kiri) dan saudaranya 

Sebagaimana disampaikan The Independent, Kamis (3/9/2015), yang dikutip Wartakota.tribunnews.com, sajian foto-foto perjuangan para pengungsi asal Syria itu sangat menguras air mata, mereka masih sangat kecil untuk tahu kebiadaban yang dilakukan sejumlah orang dewasa di kubu Assad dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang membunuh siapa saja, sehingga saat anak-anak di sejumlah negara bisa bermain, di Timur Tengah, anak-anak kehilangan kasih sayang, mereka harus lari untuk menyelamatkan diri.

Jumat (4/9/2015), suasana sangat mengharukan terjadi ketika bapak kandung Aylan tampak menguburkan jasad anak tercintanya.

Selain kehilangan Aylan Kurdi, dia juga kehilangan Galip Kurdi dan istrinya, Rihan.

Perjalanan antara Gevgelija-Presevo hanya sebagian perjalanan yang harus ditempuh, siapa yang tidak kuat, bisa tewas dan tenggelam, mereka berjuang untuk melintasi koridor Balkan, yang bisa membawa mereka dari Turki, kemudian melewati Greece, Macedonia, dan Serbia untuk sampai di Hungary, gerbang untuk memasuki Uni Eropa (European Union).

Sebagian kalangan masyarakat dunia bereaksi sangat keras terkait tragedi Aylan Kurdi, tidak sedikit kalangan netizen kemudian membandingkannya dengan tragedi perang di Vietnam.

Sebagian korban perang Vietnam yang diserbu tentara United States (US) yang kejam adalah kalangan anak-anak dan balita seperti salah satunya tampak dalam foto iconic berikut ini di Vietnam yang dibom oleh kekejaman pasukan US.

Kisah perang Vietnam yang menelan korban tidak terhitung itu, termasuk di kalangan anak-anak yang tidak berdosa, mungkin sedang terjadi lagi, khususnya di kawasan Syria.

Di bagian dunia lainnya, hidup Aylan penuh ketakutan karena dikejar kematian, dia merupakan bagian paling menyedihkan dari serpihan kemanusiaan kita yang mulai luntur.

Sebagian kalangan mengecam penampilan foto-foto Aylan Kurdi di halaman muka media massa dunia, tapi sebagian lagi mendukung karena foto-foto tragedi kemanusiaan termasuk yang dialami Aylan Kurdi diharapkan bisa menyentuh perasaan siapa saja yang menyaksikannya agar perang yang berkecamuk bisa segera diakhiri.

Sedangkan di Kobani, tidak ada pantai, hanya bom yang terus meledak.

Sangat memprihatinkan untuk menyaksikan korban yang terus berjatuhan, tak terhitung darah dan air mata yang tumpah.

Aylan Kurdi dan kakak kandungnya Galip Kurdi (5) harus meninggalkan Kobani untuk menyelamatkan diri hanya dalam waktu sangat singkat perjalanan hidupnya di dunia, tiga tahun, tapi dengan terus berdentumannya bom yang berjatuhan, maka hidup bocah yang belum mengerti apa-apa itu hanya dipenuhi ketakutan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved