Pendidikan
Di Kabupaten Ini, Baru 1.621 Guru yang Bersertifikasi
Sertifikasi terkait sertifikat profesionalitas seorang guru yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat khusus untuk mendapatkan tunjangan profesi.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Masalah kualifikasi dan sertifikasi akhir-akhir ini menjadi ramai dibicarakan di kalangan guru. Kualifikasi terkait pendidikan minimal untuk seorang guru yang diharuskan lulusan sarjana minimal strata 1 pendidikan atau jurusan lain, untuk guru SMK.
Sertifikasi terkait sertifikat profesionalitas seorang guru yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat khusus untuk mendapatkan tunjangan profesi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Iman Hidayat mengatakan untuk kualifikasi para guru di Kutim tidak ada masalah. Karena hampir semua guru di Kutim sudah berpendidikan sarjana.
“Kita sudah antisipasi soal pendidikan guru ini sejak 2007 lalu. Semua guru yang belum sarjana kita sekolahkan secara bertahap. Bisa memilih di Universitas Mulawarman, dengan mendatangkan dosen ke empat zona yang kita buat, yakni di Kecamatan Sangatta, Sangkulirang, Muara Wahau dan Batu Ampar. Juga boleh memilih mengikuti perkuliahan di
Universitas Terbuka (UT),” ungkap Iman.
Baca: Kurangi Jam Mengajar Hambat Guru Raih Sertifikasi
Tahun 2015 ini, dari semua guru yang sekolah sebanyak 2.200, sudah hampir lulus semua. Tinggal tunggakan di UT yang berjumlah 256 guru di antaranya, 112 guru ada sedikit masalah, karena sudah tujuh tahun kuliah tak selesai juga.
“Kita sudah komunikasi dengan pihak UT, dari 112 itu, ada 46 yang bisa ditolong untuk mengikuti ujian ulang. Selebihnya, sekitar 5-6 persen yang tidak selesai,” ujar Iman.
Sedangkan untuk guru yang bersertifikasi, menurut Iman, dari 4.800 guru di Kutim, baru ada 1.621 guru. Terdiri dari guru PNS sebanyak 1.376 orang dan guru non PNS atau berstatus Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) sebanyak 245 orang. Karena belum semua guru dengan status TK2D belum merampungkan pendidikan sarjana.(*)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fan page fb TribunKaltim.co
dan follow twitter @tribunkaltim
