Token Listrik Anda Dicuri Mafia? Begini Cara Menghitung Pulsa Prabayar

“Jadi, ketika membeli listrik Rp 100.000, dapatnya 71,08 kWh. Besaran kWh inilah yang dimasukkan ke meter. Bukan (berarti) Rp 71.000,” ucap Benny.

facebook.com
Perhitungan pulsa listrik prabayar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sudahkah pelanggan mengetahui cara menghitung pulsa atau token listrik prabayar dari PLN? Bila belum, simaklah cara di bawah ini.

Perhitungan pulsa listrik sebaiknya diketahui agar tidak bias terkait dugaan adanya permainan mafia pulsa listrik seperti dilontarkan Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, awal pekan ini, Senin (7/9/2015).

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menjelaskan rincian pembelian token. Benny mencontohkan, pembelian pulsa listrik untuk rumah tangga dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA).

“Ada konsumen rumah tangga daya 1.300 VA membeli token Rp 100.000. Apa saja yang diperhitungkan dalam pembelian token tersebut?” kata Benny.

Pertama, biaya administrasi bank Rp 1.600. Besaran ini tergantung bank yang diakses. Ada yang mengenakan sampai Rp 2.000.

BACA JUGA: PLN Nunukan: Voucher Listrik Bisa Dibeli di Penjual Pulsa

Beli Pulsa Listrik PLN Prabayar Semakin Mudah di E-Banking e-Channel BCA


Kedua, biaya materai Rp 0 karena transaksinya hanya Rp 100.000. Biaya materai dikenakan untuk transaksi Rp 250.000 ke atas.

Ketiga, pajak penerangan jalan (PPJ). Contoh PPJ untuk wilayah DKI Jakarta sebesar 2,4 persen dari tagihan listrik, berarti Rp 2.400.

“Ini yang membedarkan beli pulsa telpon dan beli pulsa listrik. Beli pulsa listrik ada PPJ,” kata Benny kepada Kompas.com.

BACA JUGA: Voucher Listrik Bisa Dibeli di Penjual Pulsa

Dari ketiga komponen tersebut maka nominal yang diterima pelanggan sebesar Rp 96.094.

Mengingat harga listrik Rp 1.352 per kilowatt hour (kWh), maka pelanggan tersebut memperoleh listrik sebesar 71,08 kWh.

“Jadi, ketika membeli listrik Rp 100.000, dapatnya 71,08 kWh. Besaran kWh inilah yang dimasukkan ke meter. Bukan (berarti) Rp 71.000,” ucap Benny.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved