Minggu, 12 April 2026

Kebakaran Hutan

Kabut Asap Tebal, Pilot Tolak Lanjutkan Penerbangan ke Maratua

Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Berau dikunjungi pejabat negara.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Mendagri Tjahjo Kumolo tiba di Bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Utara, Kamis (10/9/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Berau dikunjungi pejabat negara.

Kali ini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang berkunjung ke Pulau Maratua, tepatnya di Kampung Payung payung. Kunjungan kerja Menteri Kabinet Kerja ini untuk meresmikan puluhan proyek di Kabupaten Berau.

Meski kabut asap tebal masih menyelimuti Bandara Kalimarau, pesawat Citizen nomor registrasi PK-BSW yang ditumpangi Tjahjo Kumolo tetap mendarat di Bandara Kalimarau sekitar pukul 11.00 wita. Padahal, saat bersamaan seluruh maskapai penerbangan menunda penerbangan.

Dari pesawat berukuran setengah kali lebih kecil dari pesawat embraer itu, Tjahjo Kumolo menuruni tangga pesawat bersama Aksa Mahmud, pemilik Bosowa Grup sekaligus pemilik pesawat jet tersebut.

Tak banyak penumpang yang ikut dalam penerbangan itu. Meski bermesin jet ganda, pesawat itu hanya berkapasitas 6 penumpang. Selain Tjahjo Kumolo dan Aksa Mahmud, hanya ada ajudan menteri, satu orang pramugari, satu orang teknisi beserta pilot dan co-pilot.

Baca: Gara-gara Kabut Asap, Bandara Ditutup dan Rugi Rp 10 Miliar

Rombongan Mendagri disambut Bupati Berau Makmur HAPK didampingi Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai. Rombongan dijemput mobil Toyota Hiace ke ruang VIP.

Tamu yang datang disambut tari Jepen. Salah satu penari mengenakan topi kebesaran suku Dayak ke kepala Tjahjo Kumolo.

Tak lama kemudian, dua orang pria mengenakan pakaian pilot menyusul masuk ke dalam. Mereka adalah pilot Prabu Radhakrishna dan co pilot Adnan.

Kepada Tribunkaltim.co, Prabu yang merupakan pilot bekebangsaan asing itu mengatakan, sejak awal dirinya sudah mendapat laporan kondisi cuaca di Berau, namun sebagai pilot berpengalaman, Prabu paham betul bagaimana bermanuver saat terjadi kabut asap.

"Kabutnya sangat tebal, cukup mengganggu pandangan," kata Prabu dalam bahasa Inggris. Adnan yang mendampingi Prabu membenarkan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Berau cukup parah tetap diterjang, namun tetap menggunakan perhitungan.

Baca: Kabut Asap Selimuti Bandara, Pilot Takut Terbangkan Gubernur

"Tapi tidak ada kendala, kami mencoba mendekati landasan pacu, asal terlihat sedikit saja arah landasan kami masih bisa mendarat, lagipula kami masih dipandu dengan ILS (Instrument Landing System)," ungkapnya.

Pesawat berangkat dari Jakarta pukul 08.00 waktu setempat (Jakarta) dan terbang selama 2 jam 10 menit. Pesawat pribadi milik Aksa Mahmud itu terbang langsung dari Jakarta-Berau.

"Kami tidak singgah di Balikpapan dan tidak melakukan refuel, kami langsung terbang ke sini (Bandara Kalimarau)," kata Adnan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved